BAHAN AJAR PKN IX SMP

Pkn9 Bab I Pembelaan Negara
BAB I
PEMBELAAN NEGARA
STANDAR KOMPETENSI :
1. Menampilkan Partisipasi dalam usaha pembelaan negara

KOMPETENSI DASAR :
1.1 Menjelaskan pentingnya usaha pembelaan Negara
1.2 Mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha pembelaan Negara
1.3 Menampilkan peran serta dalam usaha pembelaan negara

INDIKATOR :
1. Menguraikan unsur-unsur negara
2. Menentukan fungsi negara
3. Menemukan hak – hak dan kewajiban kewajiban warga negara
4. Memberikan contoh tindakan upaya bela Negara
5. Menyebutkan bentuk-bentuk keikut sertaan warga negara dlam upaya pembelaan negara.
6. Berpartisipasi langsung dalam kegiatan bela negara di lingkungannya

MATERI POKOK
1. Fungsi Negara
2. Unsur-unsur Negara
3. Kewajiban warga negra dalam membela negara
4. Peraturan prundanga-undangan tentang wajib bela negara
5. Contoh tindakan upaya bela negara
6. Partisipasi usaha pembelaan negar adillingkungannya.
7. Bentuk-bentuk Usaha Pembelaan Negara
8. Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara

PETA KONSEP
PEMBELAAN NEGARA

C. Peran Serta Warga Negara Indonesia dalam Membela Negara Kesatuan Republik Indonesia

Upaya Pembelaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

A. Pengertian dan Makna Pentingnya Bela Negara
1. Pengertian Bela Negara

2. Prinsip-prinsip Bela Negara
B. Bentuk-bentuk Usaha
Pembelaan Negara

3. Peraturan Perundang-undangan tentang Bela Negara.
4. Pentingnya Upaua Bela Negara

1. Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta
2. Hakekat Pertahanan dan Keamanan
3. Bentuk-bentuk Usaha Bela Negara

PENJABARAN MATERI POKOK

1. Pengertian negara
a. Asal kata
Kata negara berasal dari bahasa Sansekerta kata “nagari” atau “nagara” yang berarti kota

b. Prof. R. Djokosoetomo, S.H.
Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia-manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama

c. Prof. Dr. J.H.A. Logeman
Negara adalah suatu organisasi kekuasaan

d. G. Pringgodigdo, S.H
Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan unsur-unsur tertentu yaitu harus mempunyai pemerintahan yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup secara teratur sehingga merupakan suatu nation (bangsa)

e. Fr. Opensiemer
Jika di suatu masyarakat tertentu terdapat suatu diferensiasi politik (antara pihak yang memerintah dengan pihak yang diperintah) maka terdaptlah suatu negara

2. Teori terjadinya negara
a. Teori Ketuhanan
Menurut teori ini negara terbentuk karena adanya kehendak Tuhan . Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada, terjadi atas kehendak Tuhan, termasuk negara

b. Teori Kekuasaan
Menurut teori ini, negara terbentuk karen faktor kekuasaan ataupun kekuatan. Jadi negara terbentuk karena adanya orang kuat yang mendirikan negara. Dengan kekuatannya, orang tersebut dapat memaksakan kehendaknya trhadap orang lain

c. Teori Hukum Alam
Menurut teori ini, negara terbentuk karena adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan manusi yang bermacam-macam. Secara sendiri-sendiri orang tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhannya. Oleh karena itu manusia memerlukan kerjasama dengan yang lain. Dalam kerjasama muncul kelompok masyarakat, kemudian berkembang menjadi besar dan akhirnya terbentuklah negara

3. Terbentuknya negara berdasarkan kenyataan yang benar-benar terjadi dalam sejarah
a. Pendudukan
Suatu daerah belum ada yang menguasai dan kemudian diduduki sekelompok manusia (bangsa).
Contoh : Liberia, diduduki budak negro yang dimerdekakan tahun 1847

b. Pelepasan
Daerah yang semula menjadi wilayah atau termasuk daerah negara tertentu kemudian melepaskan diri dan menyatakan kemerdekaannya.
Contoh : Belgia melepskan diri dari Belanda dan merdek pada tahun 1839

c. Pemecahan
Suatu negara pecah dan lenyap, kemudian di atas wilayah negara itu timbul negra baru.
Contoh Kolumbia pecah pada tahun 1832 menjadi Venezuella dan Kolumbia itu sendiri

d. Peleburan
Beberapa negara melakukan peleburan menjadi sutu negara baru.
Contoh : pembentukan negara Jerman tahun 1871

4. Tujuan negara
Ada beberapa teori atau ajaran yang dikemukakan para ahli tentang tujuan negara. Teori-teori atau ajaran tersebut adalah sebagai berikut.
A. Teori Kekuasaan Negara
Menurut ajaran negara kekuasaan, tujuan negara adalah untuk memperluas dan memperkuat kekuasaan sehingga negara akan menjadi negara yang kuat, besar, dan jaya. Untuk mencapai tujuan tersebut, rakyat harus berkorban demi bangsa dan negara. Kepentingan negara diletakkan di atas kepentingan siapa pun; jika perlu demi kejayaan negara, rakyat dikorbankan. Penganjur ajaran ini antara lain Shang Yang dan Niccolo Machiavelli.

B. Teori Negara Hukum
Menurut ajaran negara hukum, tujuan negara adalah menyelenggarakan ketertiban hukum, dengan berdasarkan dan berpedoman pada hukum. Dalam negara hukum, segala kekuasaan dari alat-alat pemerintahannya didasarkan atas hukum. Semua orang tanpa kecuali harus tunduk dan taat pada hukum, hanya hukumlah yang berkuasa di dalam negara itu. Rakyat tidak boleh bertindak sendiri menurut semau-maunya yang bertentangan dengan hukum. Didalam negara hukum, hak-hak rakyat dijaminsepenuhnya oleh negara, sebaliknya, rakyat berkewajiban pula mematuhi seluruh peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dari negara itu. Penganjur ajaran ini antara lain H. Krabbe dan Immanuel Kant.

C. Teori Negara Kesejahteraan (Welfare State)
Menurut ajaran negara kesejahteraan, tujuan negara adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat (kesejahteraan umum). Dalam hal ini, negara dipandang sebagai alat belaka yang dibentuk manusia untuk mencapai tujuan bersama, kemakmuran, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat negara itu. Penganjur ajaran ini antara lain R.Kranenburg.

Bagaimana dengan negara kita? Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV ditegaskan mengenai tujuan negara kita, yaitu:
1. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
2. memajukan kesejahteraan umum;
3. mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
4. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi,dan keadilan sosial.
5. Fungsi negara
Fungsi negara ada 4 antara lain :
a. Fungsi Keamanan dan Ketertiban
Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, maka negara harus melaksanakan penertiban.dalam hal ini, negara bertindak sebagai stabilisator. Negara mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat agar terjadi ketertiban. Dalam melaksanakan penertiban tersebut,negara berpedoman kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

B. Fungsi Kesejahteraan dan Kemakmuran
Negara mempunyai kewajiban untuk mengusahakan tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Pada masa sekarang, fungsi ini dianggap sangat penting, terutama bagi negara-negara baru atau yang sedang berkembang.

C. Fungsi Pertahanan
Negara harus memiliki alat-alat pertahanan guna melaksanakan fungsi tersebut untuk menjaga,mencegah,dan menanggulangi berbagai ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, baik dari dalam maupun dari luar.

D. Fungsi Keadilan
Fungsi ini dilaksanakan melalui badan-badan pengadilan yang ada di negara tersebut. Keadilan merupakan hak bagi setiap manusia, dan setiap orang harus memperoleh rasa keadilan, mendapatkan hak-haknya, serta terhindar dari tindakan sewenang-wenang ataupun ketidakadilan lainnya, baik yang dilakukan oleh orang lain bahkan mungkin oleh negara sekalipun.

6. Unsur negara ada 4 yaitu:
a. Wilayah
Pasal 25A UUD 1945, negara kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan Undang-Undang. Wilayah negara Indonesia berdasarkan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 27 Desember 1949 yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda, meliputi seluruh daerah bekas jajahan Hindia Belanda. Sedang batas-batasnya ditentukan dengan perjanjian antarnegara tetangga, baik yang diadakan sebelum maupun sesudah merdeka. Derah yang merupakan tempat tinggal rakyat dan tempat pemerintah melakukan kegiatan merupakan wilayah negara dengan batas-batas tertentu. Batas-batas wilayah yang ditempati rakyat Indonesia sebagai berikut ini.
• Wilayah Daratan
Negara satu dengan yang lain sering terjadi perang dikarenakan masalah batas wilayah. Untuk menetapkan wilayah batas daratan pada umumnya ditentukan berdasarkan perjanjian antarnegara tetangga. Batas wilayah dapat berupa sungai, gunung, atau batas buatan berupa patok atau pagar. Memasuki wilayah negara bangsa lain tanpa ijin negara yang bersangkutan merupakan pelanggaran wilayah. Untuk menghindari terjadinya pelanggaran, suatu negara memiliki suatu lembaga keimigrasian.

• Wilayah Lautan
Laut yang merupakan wilayah suatu negara disebut teritorial negara itu. Laut di luar teritorial disebut laut terbuka atau bebas. Tidak semua negara mempunyai wilayah laut seperti Swiss dan Mongolia. Pada umumnya batas wilayah laut teritorial 3 mil laut yang diukur dari garis pantai wilayah daratan suatu negara pada saat pantai surut. Untuk negara Indonesia batas wilayah laut teritorial mulai 21 Maret 1980 dengan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah selebar 200 mil dihitung dari garis dasar laut wilayah Indonesia.
• Wilayah Udara
Wilayah udara suatu negara ada diatas wilayah daratan dan lautan negara yang bersangkutan. Kekuasaan atas wilayah udara suatu negara diatur dalam perjanjian Paris tahun 1919

• Daerah Ekstrateritorial
Berdasarkan hukum internasional, kapal-kapal laut yang berlayar di laut terbuka berbendera suatu negara tertentu juga merupakan wilayah negara yang bersangkutan. Tempat perwakilan yang disebut ekstrateritorial berarti tempat itu meskipun berada di wilayah negara lain tetapi dianggap wilayah negara yang diwakili, misalnya kantor kedutaan besar
Kedutaan adalah wakil suatu negara di negara lain yang mengurusi masalah politik, orangnya disebut duta
Konsulat adalah wakil suatu negara di negara lain yang mengurusi masalah ekonomi perdagangan, orangnya disebut konsuler

b. Rakyat
Rakyat merupakan unsur terpenting dari negara. Rakyatlah yang pertama-tama berkepentingan supaya organisasi negara berjalan dengan lancar dan baik serta mampu mewujudkan tujuannya.

Penduduk ialah orang-orang yang bertempat tinggal dan menetap di wilayah suatu negara. Orang-orang yang berstatus penduduk dan warganegara Indonesia berhak dan berkewajiban untuk ikut serta dalam pembelaan negara sesuai dengan bidangnya.

Bukan penduduk ialah orang-orang yang berada dalam suatu wilayah negara untuk sementara waktu, misalnya wisatawan asing yang sedang berlibur di suatu negara lain atau para jemaah haji yang sedang melaksanakan rukun Islam ke-5 di Mekah.
Orang-orang yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari suatu negara disebut warganegara. Sedangkan orang-orang yang tidak termasuk warganegara disebut orang asing. Pasal 26 UUD 1945 menyatakan tentang warganegara sebagai berikut ini.
• “yang menjadi warganegara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warganegara”.
• “penduduk ialah warganegara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia”.
• “Hal-hal mengenai warganegara dan mengenai penduduk diatur dengan undang-undang”.
Peraturan perundang-undangan yang mengatur kewarganegaraan sampai saat ini ialah Undang-Undang Nomor 62 tahun 1958. Jo. UU No. 3 tahun 1976.
C. Pemerintah yang Berdaulat
Unsur konstitutif yang ketiga dari negara ialah pemerintah yang berdaulat. Masalah kedaulatan merupakan masalah yang sangat penting dalam suatu negara, karena kedaulatan merupakan sesuatu yang membedakan antara negara yang satu dengan yang lain. Kedaulatan artinya kekuasaan tertinggi. Di negara diktaktor, kedaulatan didasarkan atas kekuatan. Di negara-negara demokrasi kedaulatan didasarkan atas persetujuan.
D. Pengakuan Negara Lain
Selain rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berdaulat, masih ada satu unsur lagi bagi negara, yaitu pengakuan dari negara-negara lain. Pengakuan dari negara-negara lain bukanlah merupakan unsur pembentuk negara, tetapi sifatnya hanya menerangkan saja tentang adanya negara. Dengan kata lain pengakuan dari negara lain hanya bersifat deklaratif saja.
Pengakuan negara lain ada dua macam, yaitu :
a. Pengakuan de facto
Adalah pengakuan berdasarkan kenyataan negara baru yng telah memenuhi unsur konstitutif

b. Pengakun de jure
Adalah pengakuan terhadap sah berdirinya suatu negara menurut hukum internasional

Adanya pengakuan dari negara-negara lain merupakan tanda bahwa negara baru itu telah diterima sebagai anggota baru dalam pergaulan antarnegara. Walaupun tanpa pengakuan negara lain, suatu negara tetap berdiri asalkan memenuhi tiga unsur pokok, yaitu:
o rakyat yang mendiami wilayah negara,
o wilayah negara dengan batas-batas tertentu, dan
o pemerintah yang berdaulat.
Ketiga unsur tersebut diatas disebut juga unsur konstitutif sedang unsur pengakuan negara lain disebut unsur deklaratif maksudnya agar negara itu dapat mengadakan hubungan internasional harus mendapat pengakuan dari negara lain.

7. Sifat-sifat negara
a. Memaksa
Agar peraturan perundang-undangan ditaati, maka negara memiliki sifat memaksa. Hal ini penting agar tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat. Sarana untuk itu adalah polisi, tentara, dan sebagainya. Organisasi dan asosiasi selain negara juga mempunyai aturan, akan tetapi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh negara lebih mengikat.

B. Monopoli
Negara mempunyai sifat monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Negara dapat menyatakan bahwa suatu aliran kepercayaan atau aliran politik tertentu dilarang hidup dan disebarluaskan karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat.

C. Menyeluruh
Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Keadaan demikian memang perlu karena jika seseorang dibiarkan berada di luar lingkup aktivitas negara, maka usaha negara ke arah tercapainya masyarakat yang dicita-citakan akan gagal.

8. Bentuk negara
a. Negara Kesatuan
Negara kesatuan adalah negara yang hanya ada satu pemerintahan yang mengatur suatu negra yaitu pemerintah pusat
Contoh : Indonesia

b. Negara Serikat
Negara Serikat adalah negara yang di dalamnya ada negara lagi yakni negara bagaian

c. Perserikatan Negara
Adalah gabungan dari beberapa negara merdeka yang memiliki kedaulatan sendiri, dan penggagungan ini memiliki tujuan tertentu seperti tujuan pertahanan

d. Uni
Adalah gabungan dari berbagai neegara yang dikepalai oleh seorang kepala negara

e. Dominion
Adalah gabungan beberapa negara bekas jajahan Inggris yang tetap mengikatkan diri pada kerajaan Inggris.
Disebut juga negara persemakmuran

f. Koloni
Adalah negara yang dibawah negara atu jajahan nega lain

g. Protektorat
Adalah negara yang dibawah perlindungan negara lain yang elbih kuat

9. Bentuk Pemerintahan :
a. Monarki
Negara yang kepala negaranya diangkat melalui sistem penunjukkan, sedang pelaksanaan pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh seorang perdana menteri
Contoh : Inggris, Thailand

b. Republik
Baik kepa negara maupun kepala pemerintahan harus dipilih melalui sistem pemilu dengan masa jabatan dibatasi oleh undang-undang
Contoh : Republik Indonesia

10. Asas kewarganegaraan
Untuk masalah kewarganegaraan, masing-masing negara menganut asas yang menguntungkan, yaitu
a. Ius Sanguinis
Seseorang menjadi warga negara berdasarkan keturunan-nya. Misalnya, seseorang menjadi warga negara Indonesia karena ia dilahirkan dari orang tua berwarga negara Indonesia.

B. Ius Soli
Seseorang menjadi warga negara berdasarkan tempat kelahirannya. Misalnya seseorang menjadi warga negara Cina karena ia dilahirkan di Cina.

Oleh karena masing-masing negara menganut asas yang menguntungkan bagi kepentingan politiknya, maka tidak jarang warga negara yang memiliki kewarganegaraan ganda (dwikewarganegaraan atau bipatride) dan seseorang yang tidak mempunyai kewarganegaraan sama sekali atau apatride.
Selain asas kewarganegaraan di atas, untuk menentukan kewarganegaraan seseorang digunakan stelsel pasif dan stelsel aktif.
A. Stelsel aktif
Untuk mendapatkan kewarganegaraan, seseorang harus secara aktif mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara tertentu dan melengkapi semua persyaratannya.
B. Stelsel pasif
Jika seseorang memperoleh kewarganegaraan tanpa mengajukan permohonan.

11. Warga Nega Indonesia
Mengenai warga negara dan penduduk diatur dalam Pasal 26 UUD 1945, yaitu
a. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
B. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

C. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang.
Setiap manusia memiliki dua hak, yaitu hak opsi dan hak repudiasi. Hak opsi adalah hak untuk memilih suatu kewarganegaraan, sedangkan hak repudiasi adalah hak untuk menolak suatu kewarganegaraan.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI menegaskan bahwa untuk mengajukan permohonan pewarganegaraan, pemohon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
A. Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin.
B. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia paling singkat 5 tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut.
C. Sehat jasmani dan rohani.
D. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan UUD 1945.
E. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara satu tahun atau lebih.
F. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan RI, tidak menjadi kewarganegaraan ganda.
G. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap.
H. Membayar perwarganegaraan ke kas negara.

12. Tugas kelompok

13. Alasan bahwa negara wajib dibela oleh warga negaranya yaitu :
a. Negara milik seluruh bangsa Indonesia dan melindungi seluruh bangsa Indonesia
Untuk dapat melindungi rakyatnya seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dari berbagai ncaman maka negara perlu memiliki alat-alat negara seperti TNI yang memiliki persejataan lengkap, baik AD, AL maupun AU tidak akan memiliki arti banyak tanpa partisipasi dari negara

b. Negara mewajibkan warga negaranya untuk melakukan bela negara dengan alasan sebagai berikut :
- bela negara merupakan wujud kecintaan warg negaranya kepada NKRI
- bangsa Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dan menganut politik luar negeri bebas aktif
- upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar manusia juga merupakan kehormatan bgi setiap warga negara
- bangsa Indonesia cinta perdamaian tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan

14. Tugas siswa
Tugas Individu
Buatlah karangan singkat satu setengah halaman mengenai peranmu sebagai seorang siswa dalam membela negara
15. Hakekat Pertahan dan Kemanan
Hakekat pertahanan dan keamanan adalah pertahanan rakyat semesta untuk menghadapai setiap bentuk ancaman terhadap keselamatan bagsa dan negara yang penyelenggaraanya disusun dlam sistem pertahanan keamaman rakyat semesta
Perlawanan rakyat yang bersifat kerakyatan berarti keikut sertaan seluruh rakyat sesuai kemampuan d keahliannya masing-masing
Perlawanan rakyat yang bersifat kesemestaan berarti seluruh daya bangsa dan seluruh bangsa Indonesia mampu memobilisasi diri guna menanggulangi setiap bentuk ancaman, bi dari dalam maupun luar negeri
Perlawanan rakyat semesta yang bersifat kewilayahan berarti seluruh wilayah negra merupakan tumpuan perlawanan dan segenap lingkungan diberdayakan untuk mendukung setiap bentuk perlawanan secara berlanjut

16. Pengertian pembelaan negara
Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh terpadu dan berlanjut yng dilancasi oleh kecintaan tanah air serta kesadran hidup berbangsa dan bernegara
Bagi warga negara Indonesia upaya pembelaan negara dilaandasi oleh kecintaan pada tanah air Indonesia dan kesadranberbagnsa bernegara dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pad UUD 1945 sebagai konstitusi negara

17. Peraturan perundang-undangan tentang wajib bela negara
a. UUD 1945
- Pasal 27 ayat 3 :”Setiapwarga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upayapembelaan negara”
- Pasal 30 ayat 1,2, 3 4 :”Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upayapembelaan negara

b. Tap MPR No. VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri
Salah satu dari tuntutan reformasi, MPR membuat sebuah ketetapan yang berisi tentang pemisahantni dan Polri. Lahirnya ketetapan ini dilatar belakangi tumpangtindihnya peran TNI sebagai kekuatan pertahanan keamanan negara dan peran tugas kepolisian sebgai kekutan keamanan dan ketertibanmasyarakat

c. Tap MPR No. VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Polri
Pokok-pokok dalam undang-undang tersebut antara lain :
- TNI berperan sebgai komponen utama dalam sistem pertahanan negara
- TNI merupakan alat negara yang berperan sebagai lat pertahanan NKRI
- TNI sebgai alat pertahanan negara, bertugas pokok menegakkan kedaulatan negara keutuhan NKRI berdasarkan PS dan UUD 1945
-
d. UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara RI
Dijelaskan fungsi polisi adalah
- pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat
- penegakan hukum
- perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat

e. UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI

18. Pentingnya usaha pembelaan negara antara lain :
a. Menjaga keutuhan dan kedaulatan negara
b. Negara akan melindungi dan mensejahteran warga negara
c. Negara akan memenuhi hak-hak warga negara
d. Merupakan wujud kewajiban dasar manusia

19. Komponen Pertahanan Negara
a. Komponen Utama
Adalah TNI yang meliputi Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara melaksanakan tugas-tugas pertahanan

b. Komponen Cadangan -meliputi :warga negara, sumber daya alam,sumber daya buatan, saran dan prasarana yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilitasi guna memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama

c. Komponen Pendukung meliputi :sumber daya alam,sumber daya buatan, saran dan prasarana yang secara langsung atau tak langsungdapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan

20. Bentuk-bentuk Usaha Bela Negara
a. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN)
Pada hakekatnya PPBN bertujuan untukmenbumuhkan kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara dan memberikan kemampuan awal bela negara
PPBN bukan pelajaran berdiris endiri, tetapi merupakan rangkaian materi ajar untuk membina kesadaran bela negara yang terjalin dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Kepramukaan

b. Keanggotaan Rakyat Terlatih
Kegiatan yang termasuk rakyat terlatih antara lain :
- Pertahanan Sipil (Hansip)-mengatasi Korban bencana alam
- Perlawanan Rakyat (Wanra)- tentara-operasi tempur
- Keamanan Rakyat (Kamra)-polisi-kamtibmas
- Resimen Mahasiswa (Menwa)- keamanan kampus

Fungsi rakyat terlatih antara lain :
1. Ketertiban umum
2. Perlindungan masyarakat
3. Keamanan rakyat
4. Perlawanan rakyat

c. Pengabdian sebagai Polri atau TNI secara Milsuk atau milwa
- Dalam hal pengabdian TNI secara militer wajib atau sukarela yang terdiri dari AD, AL dan AU berperan sebagai alat pertahanan NKRI
- Dalam hal pengabdian Polri secara militer wajib atau sukarela bertujuan mewujudkan keamanan dalam negeri yaitu pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tegaknya hukum, dan terselenggaranya perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat

d. Perlindungan masyarakat
Perlindungan masyarakat merupakan pengorganisasian masyarakat untuk melakukan fungsi menanggulangi atau memperkecil akibat malapetaka yang ditimbulkan antara lain oleh perang dan bencana alam

e. Pengabdian sesuai dengan profesinya

21. Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara melalui :
a. Pendidikan Kewarganegaraan
b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib
c. Pengabdian sebagai prajurit secara sukarela atau secara wajib
d. Pengabdian sesuai dengan profesinya
22. Pengertian ancaman
Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam mupun luar negeri yang dinilai membahyakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa
Jenis ancaman itu dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Ancaman militer
Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayak kedaulatan negara

Ancaman militer yaitu ancaman yang dihadapi oleh TNI
Yang termasuk ancaman militer antara lain :
- teror bersenjata
- agresi
- pelanggaran wilayah menggunakan kapal atau pesawat non komersial
- pembrontakan bersenjata
- perang saudara
- spionase
- sabotase
b. Ancaman non militer yang dihadapi oleh lembaga pemerintahan diluar bidang pertahanan :
- penyalahgunakan narkoba
- korupsi, kolusi dan nepotisme
- perusakan lingkungan
- kebodohan
- kemiskinan
- lunturnya persatuan dan kesatuan bangsa
- derasnya arus budaya asing masuk ke Indonesia sebagai dampak globalsiasi

23. Berbagai gangguan dan ancaman terhadap negara:
a. Terorisme adalah kegiatan yang menimbulkan keresahan d kekacauan dalam masyrakat
b. Agresi yaitu kegiatan yang mungkin dilakukan oleh negara lain untuk menguasai wilayah Indonesia
c. Gerakan sparatisme yaitu kegiatan yng dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Indonesia yang ingin memisahkan diri dari negara Indonesia
d. Radikalisme yaitu kegiatan yang menimbulkan kekacauan dan kerusuhan karena latar belakang agama, ras, suku atau ideologi tertentu
e. Kejahatan Lintas negara
f. Gangguan Keamanan
g. Perusakan lingkungan
h. Bencana alam

24. Usaha pembelaan negara memiliki arti yang sangat penting karena usaha pembelaan negara akan dapat :
a. Mewujudkan keamanan dan ketertiban si selirih wilayahnegara
b. Menjmin kelancaran penyelenggaraan pemerintahan
c. Mendorong kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional
d. Meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa
e. Memangkitkan semangat kepahlawanan terutama berkorban untuk bangsa d negara
f. Menjamin stabilitas nasional
g. Menanggulangi berbagai ancaman yang datang dari dalam maupun luar negeri
25. Usaha pembelaan negara untuk mengharumkan nama Bangsa Indonesia di Mata Dunia
a. Bidang olah raga : tim bulutangkis berhasil merebut medali di olimpiade/kejuaraan bulutangkis dunia
b. Bidang seni : mengikuti festival di tingkat dunia, termasuk festival film
c. Bidang iptek : kegigihan pelajar menyabet juara Olimpiade Matematika dan fisika tingkat dunia
d. Seni suara : beberapa penyanyi menyabet juara di festivl tingkat dunia

DAFTAR PUSTAKA
Simanjuntak, SH, PNH, 2007, Pendidikan Kewargnegaraan, Jakarta: Grasindo
Sri Murtono, Drs, 2007, Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : quadralks Canggih, Klaten : CV Gema N

BAB II
OTONOMI DAERAH

ETA KONSEP

2. Pentingya Partisipasi Masyarakat dalam Kebijakan Publik
Pelaksanaan Otonomi Daerah di Indonesia

A. Hakekat Otonomi Daerah
1. Pengertian Otonomi Daerah
2. Peraturan Perundang-undangan yang Berkaitan dengan Otonomi Daerah
B. Partisipasi Masyarakat dalam Merumuskan Kebijakan Punblik
3. Pelaksanaan Otonomi Daerah dari Masa ke Masa.
4. Pembentukan Daerah
5. Penyelenggaraan Pemerintahan

1. Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pemerintahan Daerah

PENJABARAN MATERI POKOK

1. Pengertian Otonomi Daerah
a. Pengertian Umum-Secara etiomologi (asal usul kata)
Berasal dari bahasa Yunani kata “autos” dan “nomos”. Autos artinya sendiri, sedang nomos artinya aturan. Jadi otonomi daerah dapat diartikan mengatur sendiri

b. Menurut Encyclopedia of Science
Otonomi dalam pengertian asli adalah the legal self sufficiency of social body and itsactual independence
Jadi otonomi daerah merupakan seperangkat wewenang sendiri yang dimiliki suatu daerah secara syah yang bersifat pemerintahan sendiri dan diatur oleh hukum atau aturan sendiri

c. Pengertian Khusus
Menurut UU No. 32 Tahun 2004 :
Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah untuk mengatur dan menguru sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundangan-undangan
Secara resmi otonomi daerah dilaksanakan sejak 1 Januari 2001, sedang UU No. 32 Tahun 2004 mulai berlaku 1 Januari 2005

d. Otonomi Daerah
Adalah hak wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri usursan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan

e. Daerah Otonom
Adalah kesatuan masyrakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat menurut prakrsa sendiri dan berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem NKRI

Tugas Individu
Cari dalam peta 5 propinsi dengan batasnya Utara-Selatan-Barat dan Timur dan 5 kabupaten/kota dengan batas Utara-Selatan-Barat dan Timur. Salah satunya propinsi dan kota tempat tinggalmu
2. Hakakat otonomi daerah
Hakekat otonomi daerah adalah kemandirian rakyat di daerah untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan di daerah dan melaksanakan pembangunan di daerah
Prinsip yang harus dipegang dalam pelaksanaan otonomi adalah mengatur dan menyelenggarakan pemerintahan sendiri, baik dari segi keuangan, hukum maupun kepentingan khusus daerah

3. Makna dan arti penting otonomi darah
Makna dan arti penting otonomi didaerah adalah:
a. Mendorong untuk memberdayakan masyarakat
b. Menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas masyarakat
c. Meningkatkan peran serta masyarakat
d. Mengembangkan peran serta dan fungsi DPRD

4. Dasar Hukum Otonomi Daerah
a. Pasal 18 UUD 1945
Mengandung empat pengertian pokok yaitu :
- NKRI menganut sistem desentralisasi di samping dekonsentrasi
- Menghendaki adanya UU organik tentang pemerintah daerah
- Menghendaki adanya DPRD sebagai cerminan pemerintahan demokratis yang dilaksanakan dengan permusywaratan/perwakilan
- Dihormati adan diakuinya hak asal-usul dan kedudukaan daerah yang bersifat istimewa
b. UU No 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah
c. Ketetapan MPR No XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah
d. UU No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah direvisi dengan UU No. 32 Tahun 2004
e. UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

5. Asas Otonomi Daerah
a. Asas Sentralisasi
Adalah pemusatan penyelenggaraan pemerintahan pada pemerintah pusat. Penyelenggaraan pemerintah yang terpusat menyebabkan pemerintah daerah sebatas melaksanakan program-program dari pusat

b. Asasdesentralisasi
Adalah sas yang menyatakan penyerahan sejumlah urusan pemerintahan dari pemerintah pusat, atau Pemerintah Daerah yang lebih tinggi kepada Pemerintah Daerah yang lebih rendah tingkatnnya sehingga menjadi urusan rumah tanggga daerah itu dan tetap dalam kerangka NKRI

c. Asas Dekonsentrasi
Adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada kepala wilayah atau kepada instansi yang lebih rendah

d. Asas Tugas Pembantuan
Adalah penugasan pemerintah pusat ke daerah atau dari pemerintah daerah ke desa untuk tugas tertentu dan wajib bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas tertentu tersebut kepada yang memberi tugas

6. Prinsip Otonomi Daerah
Pelaksanaan otonomi daerah harus :
a. Dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi, keadilan, pemerataan serta potensi dan keanekaragman daerah
b. Di dasarkan pad otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab
c. Sesuai dengan konstitusi
d. Lebih meningkatkan kemandirian daerah
e. Lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif di daerah

7. Hak dan kewajiban daerah
Pasal 21 UU No. 32 tahun 2004 Dalam menyelenggarakan otonomi daerah mempunyai hak :
a. Mengatur dan mengurus sendiri urus pemerintahannya
b. Memilih pimpinan daerah
c. Mengelola aparatur negara
d. Mengelola kekayaan daerah
e. Mengatur pajak dan retribusi daerah
f. Mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang berada di daerah
g. Mendapatkan sumber-sumber pendapatan yang berada di daerah
h. Mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundangan

Dalam menyelenggarakan otonomi daerah, daerah mempunyai kewajiban:
a. Melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan dan kerukunan nasional serta keutuhan NKRI
b. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat
c. Mengembangkan kehidupan demokrasi
d. Mewujudkan keadilan dan pemerataan
e. Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan
f. Mennyediakan fasilitas pelayanan kesehatan
g. Menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak
h. Mengembangkan sistem jaminan sosial
i. Menyusun perencanaan dan tata ruang daerah
j. Mengembangkan suber daya produktif di daerah
k. Melestarikan lingkungan hidup
l. Mengelola administrasi kependudukan
m. Melestarikan nilai-nilai sosial budaya
n. Membentuk dan menerapkan peraturan perundang-undangan dengan kewenangannya
o. Kewajiban lain yang diatur dalam perundang-undangan
8. Tugas hak dan wewenang Kepala Daerah dan DPRD
a. Kepala Daerah
- Kepala Daerah Kabupaten disebut Bupati, kepala daerah kota disebut walikota
- Kepala daerah mempunyai masa jabatan lima tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan
- Kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada)
- Kepala daerah dicalonkan oleh partai politik/gabungan partai politik atau calon perseorangan/independen
- Bersama DPRD membuat Peraturan Daerah (perda)

b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
- DPRD diplih oleh rakyat dalam Pemilu
- Masa jabatan lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali
- Dalam pencalonannya kuota wakil perempuan sebanyak 30 % dari calon yang diajukan
- Anggota DPRD bersatu dalam tugas yaitu dalam komisi
DPRD mempunyai fungsi :
- Fungsi legislasi yaitu fungsi membentuk peraturan daerah bersama pemerintah daerah
- Fungsi anggaran yaitu fungsi menyusun dan menetapkan APBD bersama pemerintah daerah
- Fungsi pengawasan yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah daerah

9. DPRD mempunyai tugas dan wewenang antara lain :
a. Bersama kepala daerah menetapkan peraturan daerah
b. Bersama kepala daerah menetapkan APBD
c. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan APBD
d. Memilih kepala daerah jika terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah

10. Pembentukan Daerah dan Kawasan Khusus
a. Pembentukan Daerah
Pembentukan daerah otonom dapat berupa pemekaran satu daerah menjadi dua atau lebih atau penggabungan dari daerah otonomi bersandingan yang telah ada. Pembentukan daerah ditetapkan dengan undang – undang dengan syarat – syarat sebagai berikut.
¨ Syarat administrasi, yaitu adanya persetujuan DPRD dan kepala daerah serta rekomendasi dari menteri dalam negeri.
¨ Syarat teknis, yaitu harus mempertimbangkan aspek ekonomi, potensi, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.
¨ Syarat fisik kewilayahan, yaitu meliputi paling sedikit lima kabupaten/kota untuk membentuk propinsi, dan paling sedikit lima kecamatan untuk membentuk kabupaten dan empat kecamatan untuk membentuk kota, lokasi calon ibukota, sarana, dan prasarana pemerintahan.
B. Pembentukan Kawasan Khusus
Pembentukan kawasan khusus dilakukan oleh pemerintah pusat untuk kepentingan nasional dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Fungsi kawasan khusus untuk perdagangan bebas dan atau pelabuhan bebas yang ditentukan dengan undang-undang. Contohnya, kawasan khusus adalah Batam yang berada di provinsi Kepulauan Riau.
11. Sumber-sumber Penerimaan Daerah/Keuangan Daerah
Sumber –sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi yaitu :
a. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
- hasil pajak daerah
- hasil retribusi daerah
- hasil perusahan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah lainnya yang disyahkan
- pendapatan asli daerah lainnya yang syah

b. Dana Perimbangan, terdiri atas :
- Bagian daerah dari perimbangan pajak bumi dan bangunan (PBB)
- dana alokasi umum (DAU)
- dana alokasi khusus (DAK)

c. Pinjaman Daerah
Meliputi dana dalam negeri atau sumber luar negeri. Pinjaman harus diketahui oleh DPRD dan pemerintah setelah memperoleh pertimbangan menteri dalam negeri
d. Lain-lain pendapatan yang sah seperti hibah, bantuan, dan dana darurat
12. Pembagian urusan Pemerintahan
Dalam pelaksanaan otonomi daerah, urusan pemerintahan dibagi sesuai dengan urusan pemerintahan masing-masing, sebagai berikut :
a. Pemerintaha Pusat
Wewenang pemerintah pusat meliputi 6 bidang yaitu
1). Politik luar negeri
2). Pertahanan
3). Keamanan
4). Yustisi
5). Moneter dan fiskal nasional
6). Agama
b. Pemerintah Provinsi
Pemerintah propinsi mengurusi 16 bidang
c. Pemerintah Kabupaten/Kota
Pemerintah propinsi mengurusi 16 bidang

13. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan otonomi daerah
a. Sumber daya manusia
b. Sumber daya alam
c. Kesediaan dana
d. Sarana dan prasrana yang tersedia
e. Manajemen/pengelolaan
f. Pengawasan dan pembinaan
14. Dampak posiitif adanya otonomi darah
a. Masyarakat di daerah akan lebih mengembangkan potensinya karena ada semangat bersaing dengan masyarakat lain
b. Perkembangan pembangunan ekonomi daerah terutama luar Jawa dan Jakarta lebih baik dari sebelum pelaksanaan otonomi daerah
c. Iklim berusaha dan usaha masyarakat lebih kondusif dan berkembang
d. Kesejahteraan warga daerah dirasakan semakin meningkat
e. Pembangunan fasilitas umum semakin meningkat
f. Pelayanan aparat pemerintah daerah menjadi lebih cepat dan mudah
g. Aspirasi masyarakat akan lebih diperhatikan oleh pemerintah daerah karena mempunyai wewenang yang lebih besar dari pada sistem terpusat

15. Dampak negatif adanya otonomi darah
a. Para pejabat yang mempunyai kewenangan yang besar dan kurang kontrol apabila tidak memiliki keimanan yang kuat akan senderung menyalahgunakan kekuasaan
b. Merebaknya korupsi, kolusi dan nepotisme di daerah
c. Meningkatknya kriminalitas di daerah kaya dengan daerah yang miskin
d. Munculnya sifat egosentrisme di daerah
e. Menimbulkan kesenjangan antar daerah
f. Darah yang merasa kuat apabila tidak ada pembinaan yang baik dari pusat akan mendorong untuk hidup mandiri, tidak membantu masyrakat darah lainbkan dapat mengarah pada sparatisme

16. Pengertian Kebijakan Publik
Adalah kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah yang telah disepakati bersama untuk memenuhi tanggung jawabnya untuk melindungi hak-hak warga negara dan mencapai tujuan masyarakat
Atau dapat dikatakan serangkaian keputusan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah yang berhubungan dengan kepentingan umum

17. Syarat-syarat sebuah kebijakan publik
Sebuah kebijakan publik dinilai sebagai kebijakan yang baik apabila memenuhi beberapa syarat antara lain :
a. Isinya menyangkut kepentingan masyarakat dan tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi
b. Dibuat oleh lembaga yang berwenang
c. Dapat memecahkan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat
d. Membawa kebaikan/manfaat bagi semua pihak dan sesuai dengan yang direncanakan
18. Macam Sifat Kebijakan Publik
Sifat Kebijakan Publik ada tiga macam yaitu :
a. Kebijakan Umum Ekstratif
Adalah penyerapan sumber materiil dan sumber daya manusia yang ada dalam masyarakat.
Misalnya : pemungutan pajak, bea cukai, iuran dan retribusi dasi masyarakat dan pengolahan sumber daya alam yang terkandung di wilayah negara
b. Kebijakan Umum Distributif
Adalah kebijakan tentang pelaksanaan distribusi dan alokasi sumber-sumber daya kepada masyarakat
Misalnya : kompensasi kenaikan BBM

c. Kebijakan Umum Regulatif
Adalah kebijakan yang mengatur perilaku anggota masyarakat
Misal : pembatasan pembelian BBM tidak boleh menggunakan jerigen

19. Macam Kebijakan Publik
a. Kebijakan publik yang ditetapkan oleh pemerintah pusat seperti :
- UUD 45
- Ketetapan MPR (Tap MPR)
- Undang-undang
- Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu)
- Peraturan Pemerintah
- Keputusan Presiden
b. Kebijakan publik yang ditetapkan oleh pemerintah daerah seperti
- Peraturan Daerah (Perda Propinsi/Kota/Kabupaten)
- Keputusan Gubernur
- Keputusan Walikota/Bupati
- Keputusan Kepala Dinas/Instansi Daerah

20. Proses Perumusan Kebijakan Publik
Proses Perumusan kebijakan publik ada 4 tingkatan
a. Pertama
Yaitu dari masukan isu-isu atau masalah yang berasal dari masyarakat dan berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

B. Kedua
Yaitu perumusan kebijakan publik itu sendiri. Dalam proses kedua ini Pemerintah Daerah dan DPRD mengikutsertakan masyarakat dalam merumuskan kebijakan publik seperti :
- Lembaga Swadaya Masyarakat
- Praktisi untuk bidang yang bersangkutan
- Pakar dari universitas
- Pemerhati untuk bidang yang bersangkutan
c. Ketiga
Penerapan dan pengawasan kebijakan publik
d. Keempat
Evaluasi kebijakan publik
21. Bentuk-bentuk Kebijakan Publik
a. Gerakan
Contoh : gerakan orang tua asuh (GNOTA), gerakan penghijaun, GRANAT
b. Peraturan perundang-undangan
Contoh : UU Lalu Lintas
c. Pidato/pernyataan pejabat
Contoh : Pidato Presidden tiap tanggal 16 Agustus
d. Program
Contoh : Program KB, Program Imunsasi
e. Proyek
Contoh : Proyek Padat Karya
f. Tindakan Pejabat atau penyelenggaran pemerintah
Contoh : Pembukaan hubungan diplomatik

22. Wujud Partisipasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik
Wujud partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan publik antara lain :
a. Partisipasi buah pikiran
b. Partisipasi harta benda dan uang/modal
c. Prtisipasi ketrampilan
d. Partisipasi tenaga
Cara masyarakat memberi masukan terhadap perumusan kebijakan publik:
a. Membuat usulan kebijakan
b. Mengadakan tatap muka dengan pejabat yang berwenang
c. Mengadakan diskusi atau dialog dengan para penyelenggara pemerintahan
d. Membuat kebijakan alternatif

23. Faktor Internal Penghambat Partisipasi masyarakat terhadap kebijakan Publik
a. Masyarakat masih terbiasa pada pola lama yaitu peraturan-peraturan tanpa partisipasi warga, warga tinggal menerima dan melaksanakan
b. Masyarakat tidak tahu ada kesempatan untuk berpartisipsi
c. Masyarakat tidak tahu prosedur berpartisipasi
d. Rendahnya kesadaran hukum di kalangan masyarakat
e. Rendahnya sanksi hukum kepada pelanggar kebijakan publik

24. Faktor Eksternal Penghambat Partisipasi masyarakat terhadap kebijakan Publik
a. Kadang-kadang tidak dibuka kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi
b. Masih adanya anggapan sentralistik yng tidak sesuai dengan otonomi daerah
c. Ada anggapan partisipasi masyarakat akan memperlambat pembuatan kebijakan publik
d. Kebijkan publik yang dibuat kadang-kadang belum menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung
e. Kadang kala kebijakan publik tidak memihak kepada kepentingan rakyat

25. Manfaat partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik
Ada banyak manfaat seseorang ikut serta dalam sebuah kebijakan publik antara lain a. Dapat membentuk budaya demokrasi
b. Dapat membentuk masyarakat hukum
c. Dapat membentuk masyarakat yang berakhlag mulia
d. Dapat membentuk masyarakat madani
26. Konsekwensinya tidak aktifnya masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Publik
a. Tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat
b. Tidak menyelesaikan permasalahan yang ada dan justru menimbulkan masalah baru
c. Tidak dapat diterapkan dengan baik sebab tidak ada dukungan dari masyarakat
d. Menimbulk keresahan dan kekecewaan masyarakat bahkan dapat menimbulkan perselisihan dan kekacauan
e. Menimbulkan penolakan terhadap kebijakan publik misalnya unjuk rasa
Tugas Kelompok
Cari dua kebijakan publik yang tidak di dukung oleh masyarakat atau bahkan menentangknya
27. Menyadari dampak negatif yang begitu besar dari keadaan tidak aktifnya masyarakat dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan publik, maka ada beberapa hal yang harus di perhatikan dan lakukan agar keadaan negatif tersebut tidak terjadi, antara lain yaitu:
a. Oleh Pemerintah Daerah dan DPRD selaku pengambil kebijakan adalah bersedia mengikutsertakan masyarakat dalam menyusun/merumuskan kebijakan publik, seperti :
1). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
2). Praktisi untuk bidang yang bersangkutan
3). Pakar dari universitas
4). Pemerhati untuk bidang yang bersangkutan dan pihak lain
b. Oleh masyarakat selaku obyek kebijakan publik, antara lain dengan :
1) Memberikan masukan yang baik dan benar kepada pihak pengambil kebijakan, melalui jalur yang juga benar
2) Menerima kebijakan publik tersebut sebagai sebuah tanggung jawab bersama demi terwujudnya tujuan dan cita-cita bersama
3) Mengamankannya, agar tidak terjadi pelanggaran baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.
28. Dalam perjalanan sejarah sejak diperlakukan undang-undang nomor 22 tahun 1999 (mulai efektif sejak januari 2001), pemerintah Semarang telah menghasilkan berbagai peraturan daerah (terutama yang berkaitan upaya penggalian pendapatan asli daerah/PAD) sebagai salah satu sumber APBD kota Semarang antara lain :
1. Dalam tahun 2001 antara lain :
a. No. 8 tahun 2001 tentang Pajak Restaurant
b. No. 9 tahun 2001 tentang Pajak Hiburan
c. No. 10 tahun 2001 tentang Pajak Parkir
d. No. 11 tahun 2001 tentang Perubahan atas perda No 4 tahun 2000 tentang retribusi penggantian biaya cetak KTP dan akta catatan sipil
e. No. 12 tahun 2001 tentang Pajak Penerangan Jalan
f. No. 13 tahun 2001 tentang Pajak Hotel
2. Dalam tahun 2002 antara lain
a. No. 1 tahun 2002 tentang Pajak Penggalian Golongan C
b. No. 2 tahun 2002 tentang Pajak Reklame
c. No. 1 tahun 2002 tentang Pajak Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor

3. Dalam tahun 2003 antara lain :
a. No. 2 tahun 2003 tentang Retribusi tempat Rekreasi dan Olah Raga
b. No 4 tahun 2003 tentang perubahan atas perda No 12 tahun 2001 tentang pajak penerangan jalan
29. Prinsip hidup dalam masyarakat Jawa dalam pergaulan dengan sesama yang cocok dipakai sebagai landasan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan otonomi daerah yaitu
a. Sabutuhe
Artinya tidak serakah dalam memenuhi kebutuhannya, tidak curang terhadap sesama, masyarakat dan peraturan
b. Saperlune
Artinya wajar tidak mengada-ada, selayaknya, memikirkan kebutuhan orang lain dn generasi mendatang
c. Sabecike
Artinya mencari yang baik, enak, tidak merugikan orang lain dan lingkungan

Selamat belajar

BAB III
GLOBALISASI

STANDAR KOMPETENSI :
3. Memahami dampak globalisasi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara

KOMPETENSI DASAR :
3.1.Menjelaskan pengertian dan pentingnya globalisasi bagi Indonesia
3.2.Mendeskripsikan politik luar negeri dalam hubungan internasional di era global
3.3.Mendeskripsikan dampak globalisasi terhadap kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara
3.4.Menentukan sikap terhadap dampak globalisasi

INDIKATOR :
1. Menjelaskan makna globalisasi
2. Menjelaskan pentingnya globalisasi bagi Indonesia
3. Mengguraikan dampak globalisasi terhadap berbagai kehidupan masyarakat
4. Menjelaskan hakekat politik luar negeri bebas aktif
5. Menunjukkan Peranan Indonesia dalam percaturan Internasional
6. Menilai dampak globali sasi yang positif bagi kehidupan bermasya rakat, berbangsa dan bernegara
7. Menjelaskan dampak globalisasi bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
8. Menentukan sikap terhadap dampak positif globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
9. Menentukan sikap terhadap dampak negatif globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
MATERI POKOK
1. Pengertian globalisasi
2. Dampak globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
3. Politik luar negeri bebas aktif
4. Hubungan internasional di era global
5. Dampak globalisasi terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
6. Globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan
PETA KONSEP
Menyikapi Arus Globalisasi dalam Kehidupan
A. Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
1. Pengertian Globalisasi

1. Politik Luar Negeri Republik Indonesia
B. Politik Indonesia di Era Globalisasi
2. Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia.
3. Pokok-pokok Politik Luar Negeri Indonesia

1. Pengaruh Globalisasi terhadap Aspek-aspek Kehidupan
2. Aspek-aspek Positif dan Negatif dari Globalisasi
C. Pengaruh Globalisasi Terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara
D. Menyikapi Dampak Globalisasi dalam Kehidupan
2. Proses Globalisasi
1. Nilai Dasar Pancasila sebagai Filter Arus Global
2. Posisi Bangsa Indonesia di Era GlobalisasiBAB III GLOBALISASI

PENJABARAN MATERI POKOK

1. Pengertian Globalisasi
a. Menurut A.G. McGrew (1992)
Globalisasi adalah proses di mana berbagai peristiwa, keputusan, dan kegiatan di belakang dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia lain.

b. Menurut Martin Albrow
Globalisasi adalah seluruh proses di mana penduduk dunia terinkorporasi (tergabung) ke dalam masyarakat dunia yang tunggal.

c. Menurut Bank Dunia
Globalisasi berarti kebebasan dan kemampuan individu dan perusahaan untuk memprakarsai transaksi ekonomi dengan orang-orang dari negara-negara lain.

d. Menurut International Monetary Fund (IMF)
Globalisasi berarti meningkatnya saling ketergantungan ekonomi antara negara-negara di dunia yang ditandai oleh meningkat dan beragamnya volume transaksi barang dan jasa lintas negara dan penyebaran teknologi yang meluas dan cepat.

e. Menurut Lodge
Globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam aspek budaya, ekonomi, politik, teknologi, maupun lingkungan.
f. Menurut Malcolm Walters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang menyebabkan batasan geografi dalam kondisi sosial-budaya menjadi tidak penting yang ditransformasikan dalam kesadaran masyarakat.

g. Menurut Ichlasul Amal
Globalisasi adalah proses munculnya masyarakat global, yaitu suatu dunia yang terintegrasi secara fisik dengan melampaui batas-batas negara, baik ideologis dan lembaga-lembaga politik dunia.

h. Menurut Sri Budi Eko Wardani
Globalisasi adalah suatu proses di mana hubungan-hubungan atau transaksi ekonomi, politik, dan sosial kultural makin tak memperhitungkan batas-batas negara dan mengaburkan batas kedaulatan suatu negara.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, kita bisa mendapatkan beberapa kata kunci yang menjadi unsur dari pengertian globalisasi.
a. Adanya saling mempengaruhi, keterkaitan, dan ketergantungan.
b. Meliputi berbagai bidang, baik ekonomi, politik, sosial budaya maupun teknologi.
c. Melintasi batas negara.

Kesimpulannya, globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan saling mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.

2. Perkembangan Globalisasi
Globalisasi menguat pada tahun 1950-an dan 1960-an, meskipun akar globalisasi telah muncul jauh sebelum waktu tersebut. Globalisasi terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Apabila tahun 1980-an globalisasi seringkali dianggap sebagai sesuatu yang berada di luar jangkauan, maka mulai tahun 1990-an globalisasi telah berada di ”depan mata”

3. Hal yang mendorong terjadinya Globalisasi
a. mulai tumbuh dan berkembangnya perdagangan antar negara
b. penanaman modal asing
c. kemajuan teknologi dan transportasi

4. Adapun penyebab meningkatnya globalisasi
a. adanya perubahan politik dunia seperti runtuhnya Uni Soviet
b. aliran informasi yang cepat dan luas
c. berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan transnasional
Tugas Siswa

Bentuklah beberapa kelompok di dalam kelas, (tiap kelompok terdiri dari 4 siswa) kemudian lakukan kegiatan berikut :
1. Datangilah supermarket, mini market atau swalayan yang ada di dekat tinggalmu
2. Perhatikan produk-produk yang dijual dalam supermarket, minimarket atau swalayan yang terdapat dalam toko tersebut
3. Catatlah minimal 10 produk-produk yang diimpor dari negara lain. Produk-produk tersebut dapat berupa produk elektronika, makanan, mimuman, pakaian dan produk lain
4. Dari data yang telah kamu peroleh, negara manakah yang paling banyak mengkspor produk-produknya

Data Barang/Produk Impor dan asal negaranya :

No
Jenis
Nama Produk
Negara Asal Produk
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

5. Menurut pendapatmu, mengapa kita mengijinkan produk-produk dari luar negeri masuk ke Indonesia
6. Sebutkan keuntungan dan kelebihan dari masuknya produk-produk luar negeri ke Indonesia
7. Bandingkan hasil pekerjaan yang kamu peroleh dengan kelompok lain
8. Diskusikan dengan kelompok lain dan buat kesimpulan

5. Aspek-aspek Globalisasi
Globalisasi dapat dilihat melalui beberapa aspek,yaitu
a. Ekonomi
Hakikat globalisasi dalam aspek ekonomi identik dengan perdagangan bebas.
Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk antarnegara tanpa pajak ekspor impor atau hambatan perdagangan lainnya.
Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi nontarif pada barang impor.

b. Teknologi dan Informasi
Selain aspek ekonomi, globalisasi dapat juga dilihat dari aspek teknologi dan informasi. Globalisasi informasi yang terjadi sekarang dimungkinkan oleh penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi. Mula-mula melalui radio, televisi, kemudian melalui jaringan internet.
Dampak yang dimungkinkan oleh penggunaan radio dan TV adalah tidak ada batasan ruang dan waktu. Apa yang terjadi di Ethiopia, Afrika, sudah dapat diketahui di Jakarta atau Banyumas pada siaran berita di Indonesia satu jam sesudah terjadinya peristiwa itu.
Selain radio dan TV, teknologi terkini yang sudah banyak digunakan di masyarakat adalah internet. Melalui internet dan e-mail, pengiriman informasi dalam jumlah yang tak terbatas serta dalam waktu yang cepat sangat mungkin untuk dilakukan. Kelebihan internet lainnya adalah biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih murah.

c. Budaya
Globalisasi budaya meliputi perubahan pada beberapa aspek, yaitu
a. aspek bahasa,
b. aspek gaya hidup,
c. aspek makanan, pakaian, musik, dan film

Ciri-ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan,yaitu
1. berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional,
2. penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism) dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya,
3. berkembangnya turisme dan pariwisata,
4. semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain,
5. berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian dan film
6. bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.
Tugas Siswa

Lengkapilah kolom berikut :

Aspek

Dampak Globalisasi

Aspek Ekonomi

…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….

AspekTeknologi Informasi

…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………….

Aspek Budaya

…………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………….

6. Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
Globalisasi menjadi sesuatu yang penting bagi Indonesia karena hal-hal sebagai berikut.
1. Pemerataan teknologi.
2. Pengalihan ilmu pengetahuan.
3. Berkembangnya perdagangan antarnegara dapat menambah devisa negara Indonesia.
4. Dapat diambilnya nilai positif dari globalisasi.

7. Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
a. Dampak pada Aspek Ekonomi
Globalisasi telah mendorong terjadinya penanaman modal asing, baik langsung maupun tidak langsung. Penanaman modal asing ini dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal sehingga dapat membuka lapangan kerja baru. Sebagai contoh adalah pembukaan pabrik-pabrik di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Karawang, Cilegon, dan wilayah lain di Indonesia.
Akan tetapi, globalisasi juga telah mendorong terjadinya peningkatan kesenjangan pembangunan ekonomi antara negara industri maju dan negara berkembang. Kedatangan perusahaan asing justru mematikan industri-industri lokal. Kondisi ini dikarenakan sumber daya yang dimiliki oleh negara-negara berkembang jauh tertinggal. Dominasi yang dilakukan oleh negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang dan miskin semakin terlihat jelas.
Pada pasar bebas, individu dituntut untuk bersaing dengan individu lain. Individu yang tidak mampu bersaing akan tersingkir. Di sinilah perlunya peningkatan sumber daya manusia.
Yang terjadi di Indonesia generasi muda semakin tidak mampu memenuhi tuntutan jaman, karena sudah menjadi generasi yang ahli dalam mengkonsumsi, bukan lagi memproduksi

b. Dampak pada Aspek Teknologi dan Informasi
Globalisasi telah mendorong makin berkembangnya teknologi dan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain, melalui televisi, radio, dan berbagai media cetak.

Globalisasi dalam bidang informasi dan teknologi memiliki beberapa dampak negatif antara lain :
1. Media yang berasal dari negara Barat yang semakin membanjiri masyarakat muda
2. Adanya sarana dan fasilitas yang begitu canggih menyebabkan tidak ada dorongan untuk secara langsung terjun ke masyarakat, kemampuan interaksi individu akan menurun. . Menyebabkan semakin melemahnya rasa kekekuargaan dan kegotong royongan terutama di kalangan generasi muda
3. Kecenderungan meningkatnya kejahatan seksual, salah satu penyebabnya adalah mudahnya pengaksesan situs-situs internet yang berbau pornografi
4. Meningkatnya kejahatan global dan kriminalitas perbankan yang menggunakan kecanggihan teknologi dan penyelundupan narkoba internasional yang memanfaatkan transportasi modern

c. Dampak pada Aspek Budaya
Budaya adalah segi yang paling rentan terkena dampak globalisasi. Globalisasi dapat menyebabkan penyebaran nilai-nilai positif yang datang dari budaya luar.
Globalisasi juga dapat mempengaruhi nilai-nilai luhur yang hidup dalam asyarakat. Sekarang nilai-nilai tersebut mulai banyak ditinggalkan, karena semakin kuatnya nilai individual yang menggusur semangat kekeluargaan dalam masyarakat.

Jelajah
Untuk menambah wawasan tentang menyikapi arus globalisasi dalam kehidupan, kamu dapat menjelajah http://www.globaljust.com

8. Dampak Positif dan Dampak Negatif Globalisasi
a. Dampak Positif Globalisasi antara lain :
- Meningkatnya dinamika (Perubahan) Komunikasi dan Transportasi
- Terbukanya lapangan kerja
- Pesatnya pertumbuhan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di bidang HAM dan Lingkungan Hidup
- Menumbuhkan Semangat Toleransi antar Penduduk Dunia
- Pesatnya Gerakan Demokrasi di Berbagai Negara

b. Dampak Negatif Globalisasi antara lain :
- Semakin kuatnya kelompok ekonomi Kuat dan Semakin Lemahnya Daya Saing Pemilik Modal Kecail
- Menurunnya Kualitas Sumber Daya Alam
- Meningkatnya Kerusakan Linkungan
- Semakin Canggih Tindak Kejahatan yang Menggunakan Teknologi Canggih
- Meningkatnya budaya konsumtif

9. Politik Luar Negeri dalam Hubungan Internasional di Era Global
a. Landansan Politik Luar Negeri Indonesia
¨ Landasan Idiil : Pancasila
¨ Landasan Konstitusional : UUD 1945
¨ Landasan Operasional : Tap MPR No II/MPR/1988 tentang GBHN

b. Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia
Mengabdi kepada kepentingan nasional. Kepentingan nasional tidak hanya meliputi keamanan nasional tetapi juga tata dunia baru yang berdasarkan kemerdekaan, perdamian abadi dan keadilan sosial
Berikut tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh politik luar negeri Indonesia :
1. Membentuk negara Indonesia yang demokratis, bersatu, berdaulat dari Sabang sampai Merauke
2. Membentuk masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur baik lahir maupun batin dalam wadah NKRI
3. Membentuk persahabatan dan kerjasama dengan negara-negara di dunia terutama negara-negara Asia dan Afrika dalam membentuk tata dunia baru yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme

c. Sarana untuk melaksanakan Politik Luar Negeri
Sarana yang dapat dipkai untuk melaksanakan politik luar negeri ada dua yaitu :
1. Diplomasi
Diplomasi dalam arti luas mencakup seluruh kegiatan politik luar negeri suatu negara
2. Perundingan dan Perjanjian
Perundingan atau negosiasi adalah pertemuan antara dua negara atau lebih lewat wakil-wakilnya (para diplomatnya) dengan maksud untuk saling mengubah atau menopang tujuan dan kebijakan masing-masing negara untuk mencapai kesepakatan mengenai masalah/isue kontroversial

d. Instrumen Diplomasi
Ada dua macam instrumen yang dapat digunakan untuk melaksanakan diplomasi yaitu :
1. Departemen Luar Negeri
2. Perwakilan Diplomtik dari suatu negara yang ditempatkan di negara lain

e. Tingkatan Kepala Perwakilan Diplomatik

f. Sifat Politik Luar Negeri Indonesia
Bebas artinya Indonesia bebas menentukan sikap dan pandangannya terhadap masalah-masalah internasional. Ini berarti Indonesia tidak memihak salah satu blok baik blok Barat (liberalis) maupun kekuatan blok Timur (komunis)

Aktif artinya Indonesia aktif memperjuangkan terwujudnya perdamaian dan ketertiban

g. Asas Politik Luar Negeri Indonesia
1. Menunjukkan kemauan baik dan mengambil sikap toleran terhadap negara-negara lain
2. Hidup bersama dengan negara lain dalam perdamaian sebagai tetangga baik
3. Bekerja sama dengan negara lain dalam suasana persahabatan

h. Ciri Politik Luar Negeri
Dalam dokumen Rencana Strategi Pelaksanan Politik RI (1984-1989) oleh Menteri Luar Negeri tanggal 19 Mei 1983 disebutkan :
3. bebas aktif
4. anti kolonialisme
5. mengabdi kepada kepentingan nasional
6. demokratis

i. Pelaksanaan Politik Luar Negeri :
Berikut beberapa peranan penting Indonesia dalam hubungan internasional :
- Indonesia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika tanggal 24 April 1955 di Bandung dan pada tanggal 22 – 23 April 2005 du Jakarta
- Indonesia memprakarsai berdirinya Gerakan Non Blok (Non Align Movement)
- Indonesia memprakarsai berdirinya Asean tanggal 8 Agustus 1967

- Indonesia aktif membantu penyelesaian berbagai konflik di bebagai belahan dunia dengan mengirimkan Kontingen Garuda atas nama Pasukan Perdamaian PBB

10. Faktor Penentu Politik Luar Negeri
a. Letak Geografis
Letak dan kondisi geografi suatu negara mempengaruhi kebijakan politik luar negeri. Suatu negara dengan kondisi geografi sebagian besar lautan, misalnya, akan mengembangkan politik luar negeri dan kerja sama dengan negara- negara yang mampu membantu pengembangan geografis lautan.

b. Faktor Kependudukan
Jumlah dan kualitas penduduk di suatu negera akan mempengaruhi kebijakan politik luar negerinya. Suatu negara dengan jumlah penduduk yang padat tentu akan mengembangkan politik luar negeri yang mampu mengatasi kepadatan penduduk.

c. Faktor Sumber Daya Ekonomi
Suatu negara pasti ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui sumber daya ekonomi yang dimiliki. Agar sumber daya ekonomi yang dimiliki suatu negara dapat dimanfaatkan secara maksimal, diperlukan kebijakan kerja sama dengan negara lain.

d. Faktor Ideologi
Ideologi suatu negara menjadi acuan dalam membangun negara, termasuk kebijakan politik luar negeri. Bahkan tidak jarang suatu negara mengembangkan politik luar negeri untuk mengembangkan pengaruh ideologinya.

e. Faktor Hukum dan Kebijakan
Aturan hukum suatu negara, terutama UUD menjadi acuan utama suatu negara dalam mengembangkan politik luar negeri.

11. Politik luar negeri bebas-aktif diwujudkan melalui berbagai kebijakan-kebijakan berikut.
a. Berhubungan dan bekerja sama dengan negara lain atas dasar persamaan derajat antarbangsa.
b. Mengakui kemerdekaan dan kedaulatan negara lain.
c. Membantu negara lain yang membutuhkan.
d. Bergabung dengan organisasi internasional.
e. Mengembangkan hubungan diplomatik dengan negara lain.
f. Mengirimkan pasukan perdamaian untuk membantu penyelesaian konflik di negara lain.

12. Pentingnya Politik Luar Negeri di Era Global
Politik luar negeri mempunyai arti yang sangat penting dalam percaturan global. Pentingnya politik luar negeri di era global adalah sebagai berikut.
a. Meningkatkan kerja sama antarbangsa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, keamanan, dan kepribadian bangsa.
b. Membangun tatanan dunia global yang tertib dan damai.
c. Meningkatkan kebersamaan antarnegara dalam mengatasi berbagai persoalan global, seperti terorisme, kerusakan lingkungan, dan kejahatan internasional.

13. Dampak Globalisasi Terhadap Bangsa Indonesia
3. Bidang Politik
a. Meningkatnya kesadaran dan gerakan yang menyuarakan demokratisasi, penegakan HAM, dan supremasi hukum.
b. Semakin kuatnya pengawasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah demi tegaknya pemerintah yang bersih, transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
c. Maraknya gerakan demonstrasi (unjuk rasa) yang melibatkan massa, sebab masyarakat mengikuti nilai-nilai budaya politik berbagai negara yang sering terlihat di berbagai media massa. Selain itu, demonstrasi memang diperbolehkan oleh undang-undang, walaupun terkadang melanggar ketentuan undang-undang.
d. Semakin banyak terbentuknya partai politik, organisasi nonpemerintah, dan LSM. Hal ini disebabkan karena globalisasi telah mendorong bangkitnya kesadaran akan hak berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran baik lisan maupun tulisan, seperti yang telah tertuang di dalam UUD 1945, pasal 28. Akibatnya, sekarang ini banyak berdiri partai politik, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan organisasi-organisasi nonpemerintah lainnya.

4. Bidang Ekonomi
a. Adanya liberalisasi perdagangan mendorong pemilik modal besar semakin kuat dan pemilik modal kecil semakin lemah dalm perdagangan bebas.
b. Banyaknya industri besar bertaraf internasional menggunakan perangkat teknologi canggih. Hal ini membuat industri tersebut hanya memerlukan sedikit SDM. Hanya orang-orang yang ahli-ahli saja yang bisa bekerja dan menggunakan teknologi canggih tersebut. Dengan demikian, banyak tenaga kerja Indonesia yang tidak terserap.
c. Kuatnya pengaruh mata uang dollar Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia. Kondisi ini membuat kehidupan perekonomian Indonesia banyak bergantung pada kestabilan nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
d. Privatisasi beberapa Bada Usaha Milik Negara (BUMN). Misalnya, privatisasi Perusahaan Indosat oleh Singtel sebuah perusahaan asing dari Singapura.
e. Berkurangnya subsidi bagi rakyat. Contoh penghapusan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, harga BBM menjadi mahal dan membuat kehidupan rakyat Indonesia menjadi menderita. Sebab hampir semua kegiatan kehidupan menggunakan BBM terutama minyak tanah. Berkaitan dengan dana subsidi BBM, pemerintah mengeluarkan dana kompensasi BBM untuk penduduk miskin.

5. Bidang Sosial Budaya
a. Semakin tumbuhnya sikap individualistis dan lunturnya sikap toleran, kesetiakawanan sosial, dan gotong royong.
b. Semakin memudarnya nilai moralitas dan agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c. Semakin derasnya nilai-nilai budaya dan gaya hidup barat yang diterima masyarakat melalui media cetak maupun elektronik dan ditiru mentah-mentah meskipun belum tentu sesuai dan cocok dengan kebiasaan dan budaya sendiri.

6. Bidang Lingkungan Hidup
a. Meningkatnya pencemaran air dan udara akibat aktivitas industri-industri besar di Indonesia.
b. Meningkatnya kerusakan hutan akibat penebangan besar-besaran, baik yang legal maupun ilegal.
c. Meningkatnya peristiwa kebakaran hutan yang diakibatkan oleh pembukaan hutan dengan cara membakar hutan.

14. Dampak Globalisasi Terhadap Bangsa Indonesia
1. Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Masyarakat
a. Semakin tumbuhnya pola hidup individualis dan pragmatis
b. Tingkat kepedulian dan kesetiakawanan sosial dirasakan semakin luntur
c. Interaksi dan kebersamaan sosial secara fisik cenderung berkurang, namun dinamika komunikasi dan jangkauan masyarakat semakin luas
d. Semakin tingginya persaingan hidup masyarakat
e. Nilai-nilai moral etik dalam pergaulan masyarakat cenderung terabaikan

2. Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
a. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya sebagai warganegara
b. Tingkat kontrol masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi
c. Pola hubungan antar negara semakin dekat dan saling terkait, ketergantungan dan pengaruh mempengaruhi
d. Semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan pria-wanita (kesetaraan gender) dalam politik
e. Tumbuhnya gerakan pro demokrasi dan hak asasi manusia

15. Penentuan sikap terhadap Dampak Globalisasi
Sikap-sikap yang sebaiknya dikembangkan dalam menghadapi Globalisasi :
a. Meningkatkan Sumber Daya Manusia
b. Meningkatkan Kualitas nilai Keimanan dan Moralitas Masyarakat
c. Mendorong dan mendukung Upaya pemerintah Indonesia untuk Memperjuangkan Keadilan dan Keseimbangan Antar Bangsa
d. Mendorong dan Mendukung Upaya Pemerintah Indonesia untuk Mendesak Negara-negara Maju agar mau Memberikan Dana Perbaikan Lingkungan Hidup
e. Meningkatkan Jiwa dan Semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme

Istilah-Istilah Penting
Dinamika : perubahan masyarakat secara terus menerus yang menimbulkan perubahan dalam tata kehidupan masyarakat yang bersangkutan
Komunikasi : pengiriman dan penerimaan pesan antara orang satu atau lebih dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami
Informasi : keterangan/pemberitahuan
Transportasi : pengangkutan barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi
Perusahaan Transnasional : Perusahaan yang memproduksi barang atau jasa di lebih dari satu negara
Migrasi : Perpindahan penduduk dari satu tempat (negara) ke tempat (negara) lain untuk menetap
Gerakan Pro demokrasi : gerakan yang menyuarakan dan memperjuangkan prinsip- prinsip demokrasi secara benar
Otoriter : berkuasa sendiri/sewenang-wenang
Kualitas : mutu
Kuantitas : jumlah
Supremasi Hukum : mendudukan hukum pada posisi utama, pertama dan menjadi pedoman
Transparan : keterbukaan
Anarkhis : keadaan yang serba kacau, rusuh dan mengabaikan hukum
Privatisasi : penswastaan
Moralitas : sifat yang mengindahkan nilai-nilai moral
Individualistis : mementingkan diri sendiri
Pragmatis : praktis, tidak berbelit-belit
Interaksi : hubungan timbal balik antar dua orang atau lebih
Etika : nilai-nilai yang berkaitan dengan hal baikdan buruk

DAFTAR PUSTAKA

Dwiyono, Agus 2007, Kewarganegaraan Kelas IX, Jakarta :Yudhistira
Mochlisin 2007, Kewarganegaraan Kelas IX, , Jakarta : Inter Plus
Simanjuntak,PNH, SH, 2007, Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IX, Jakarta : Grasindo

BAB IV
PRESTASI DIRI
DEMI KEUNGGULAN BANGSA

STANDAR KOMPETENSI :
4. Menampilkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa

KOMPETENSI DASAR :
4.1 Menjelaskan pentingnya prestasi diri bagi keunggulan bangsa
4.2 Mengenal potensi diri untuk berprestasi sesuai kemampuan
4.3 Menampil-kan peran serta dalam berbagai aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri sesuai kemampuan demi ke unggulan bangsa

INDIKATOR :
1. Menjelaskan makna prestasi diri
2. Menjelaskan pentingnya prestasi diri bagi diri sendiri
3. Mengidentifikasi potensi diri masing-masing
4. Pentingnya menggali potensi diri
5. Menunjukkan berbagai aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa

MATERI POKOK
1. Pengertian Prestasi diri
2. Pentingnya prestasi diri bagi diri sendiri
3. Potensi Diri
4. Prestasi bagi keunggulan bangsa dan Negara
BAB IV PRESTASI DIRI DEMI KEUNGGULAN BANGSA
A. Pentingnya Prestasi Diri
1. Keunggulan Bangsa

3. Kehormatan bangsa
B. Mengenal Diri Sendiri
4. Mengharumkan Nama Bangsa
1. Kelebihan Diri

2. Kekuarangan Diri
3. Mengenali dan Mengembangkan Potensi Diri
C. Mewujudkan Prestasi Diri
2. Kemajuan Bangsa
1. Aktivitas di dalam Sekolah
2. Motivasi Berprestasi
3. Aktivitas di luar sekolah.

PENJABARAN MATERI POKOK

1. Pengertian Prestasi diri
a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dikerjakan atau dilaksanakan
b. Dengan kata lain prestasi adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah melalukan suatu kegiatan atau pekerjaan

2. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai suatu prestasi selalu ditandai dengan penggunaan cara-cara yang lebih baik, yaitu dengan cara :
a. Kreatif dan Inovatif
Kreatif berarti memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan.
Inovatif berarti memperkenalkan sesuatu yang baru, bersifat pembaruan
Ciri-ciri berpikir kreatif dan inovatif anatara lain :
- Peka terhadap lingkungan
- Dinamis dan progresif
- Terbuka

b. Bertanggung jawab
Tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu tugas yang dibebankan dengan cara dan hasil yang baik. Langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan membuat skala prioritas, focus pada program dan penjadwalan serta optimalisasi kegiatan.

c. Bekerja Keras
Bekerja keras dapat diwujudkan dalam bentuk selalu melakukan pekerjaan secara teratur dan bertanggung jawab, selalu disiplin dalam bekerja, selalu mengerjakan pekerjaan dengan baik dan benar

d. Memanfaatkan sumber daya yang ada
Agar dapat mencapai prestsi yang maksimal, perlu kita memanfaatkan sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Sumber daya alam yang melimpah tidak akan mempunyai arti apabila tidak dikelola dengan sebaik-baiknya. Agar dapat mengelola sumber daya alam dengan baik, diperlukan manusia-manusia yang cerdas, terampil dan bertanggung jawab

3. Adapun faktor-faktor yang menentukan besar kecilnya peluang untuk meraih prestasi antara lain sbb:
a. Kualitas diri
Kualitas diri meliputi kualitas fisik dan kualitas mental. Kualitas fisik dapat berupa kemampuan , kesehatan aau kebugaran jasmaniah yang benar-benar prima agar mampu bekerja keras dalam menjalankan tugas guna guna mendapatkan hasil yang optimal. Sedang kualitas mental adalah kemampuan inelektual. kemampuan mengendalikan emosi, kesiapan dalam bekerja dengan orang lain serta cakap dan terampil dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya

b. Dukungan masyarakat
Dukungan masyarakat baik secara material maupun moral merupakan modal yang sangat besar untuk merebut peluang. Kegiatan apapun tidak akan dapat terwujud dengan baik tanpa dukungan masyarakat

c. Strategis yang jitu
Dalam melakukan kegiatan, peluang sukses akan lebih besar jika menggunakan strategi yang tepat sehingga pelaksanaannya akan lebih berbobot dan sampai pada sasaran yang dituju. Strategi seharusnya telah disusun pada saat perencanaan dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan lawan dan tidak tertutup kemungkinan dengan perubahan situasi nyata di lapangan, strategi yang sudah diterapkan dapat terjadi perubahan-perubahan.

d. Sarana dan prasarana
Tidak kalah pentingnya sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung yang sangat menentukan dalam meraih peluang. Kegiatan apapun tanpa didukung sarana dan prasarana, peluang mendapatkan keberhasilan sangat kecil. Sebaliknya dengan sarana dan prasarana yang memadai peluang mendapatkan keberhasilan tentu akan lebih besar

e. Nasib baik dan keberuntungan
Meskipun segala daya dan upaya sudah dilakukan secra maksimal, kalau nasib atau keberuntungan belum berpihak pada kita, peluang yang sudah di depan matapun bisa lepas. Oleh karena itu setiap daya dan upaya harus disertai dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa . Karena manusia boleh merencanakan, tetapi Tuhan segalanyalah yang menentukan

4. Menurut KH Abdulah Gymnastiar (AA Gym) ada lima hal yang dapat memacu seseorang menjadi pribadi yang prestatif, yaitu sebagai berikut :
a. Percepatan Diri
Salah satu kunci untuk memacu prestasi diri adalah kemampuan mengelola waktu. Orang akan unggul adalah orang yang berbuat lebih banyak dari orang lain dalam hal rentang waktu yang sama. Segala bentuk kemalasan, keengganan harus dibuang jauh kalau kita ingin masa depan yang cerah. Bagi mereka yang mendambakan keunggulan, ketika melihat orang lain belajar lima jam, maka dia harus punya bonus belajar lebih dari porsi lima jam. Demikianlah salah satu ciri orang yang unggul adalah memiliki kebiasaan melakukan sesuatu di mana orang lain enggan melakukannya

b. Sistem yang Kondusif
Seandainya kita sudah memiliki percepatan diri, maka kita harus masuk ke dalam sistem nilai atau lingkungan yang membuat kita dapat bergerak lebih cepat. Artinya sistem yang kita masuki sangat mempengaruhi percepatan diri. Salah dalam memilih lingkungan, akibatnya akan segera kita rasakan. Kita harus mencari sistem lingkungan dan teman-teman pergaulan yang berkualitas, unggul, terjaga memiliki kehalusan budi

c. Berdaya Saing Positif
Kita menjadi unggul yang ketiga adalah memiliki naluri berdaya saing positif. Dalam setiap kesempatan dan lingkungan kita harus memiliki naluri berdaya saing positif. Kadang pesaing sering kita anggap musuh. Padahal pesaing itu adalah karunia yang tak ternilai dan akan memacu kerja kita lebih berkualitas. Sebaliknya yang membuat kita terpuruk itu bukanlah musuh, tetapi kualitas dan kemampuan kita sendiri yang terbatas, kita hancur oleh diri kita sendiri

d. Mampu Bersinergi
Jika kita ingin unggul, nikmatilah hidup dengan bersinergi, bekerjasama dan bersatu antara satu dengan yang lainnya. Kita harus senagn hidup bersama dengan yang lain dalam arti positif

e. Manajemen Kalbu (Hati)
Pribadi yang unggul dan prestatif adalah pribadi yang mampu mengendalikan suasana hatinya. Misalnya mampu mengelola konflik dalam hidup bersama. Konflik bukan untuk dihindari atau dihilangkan, tetapi harus kita kelola agar menjadi kekuatan yang positif. Banyak fakta membuktikan hancurnya sebuah organisasi lebih disebabkan karena pengelolaan hati para pengurusnya kurang baik. Untuk dapat mengelola hati dengan baik, bekal utamanya adalah ilmu. Seseorang itu berubah bukan karena tahu, tetapi karena paham. Orang paham karena ada informasi atau ilmu. Bagaimana kita dapat membersihkan hati kita jika tidak tahu ilmu tentang hati. Oleh karena itu, luangkan waktu, tenaga dan bbiaya untuk menggali ilmu. Bagi mereka yang mampu dalam menjaga hati, ia akan menjadi pribadi yang unggul

5. Pentingnya prestasi diri bagi diri sendiri
Manusia selalu berusaha untuk mendapatkan hal yang terbaik bagi dirinya sehingga dapat disebut sebagai manusia yang bermartabat.
Menurut JP Chaplin dalam bukunya Dictionary of Psychology (1985) dorongan berprestasi adalah;
a. kecenderungan untuk mencpai sukses atau memperoleh apa yang menjadi tujuan akhir yang dikehendaki
b. keterlibatan diri seseorang dalam suatu tugas yang diberikan
c. dorongan untuk mengatasi rintangan-rintangan atau perjuangan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sulit secara cepat dan tepat

6. Potensi Diri
Pengertian potensi diri menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah kemampuan dan kualitas-kualitas yang dimiliki seseorang, namun belum digunakan dengan maksimal
Menurut Deasy Ekayanti dan Chatarina Wahyurini dari PKBI Pusat, kiat-kiat untuk mengenali diri atau menggali potensi diri adalah sebagai berikut :
a. Cobalah untuk selalu mau melakukan sesuatu yang positif
b. Buat target yang sederhana
c. Catatlah kelebihan-kelebihan dalam diri
d. Sempatkan berhenti sebenatar untuk merenung

7. Macam-macam Potensi Diri dapat dibedakan menjadi 5 macam :
a. Potensi Fisik (Psychomotoric)
Potensi ini merupakan potensi fisik manusia yang dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk berbagai kepentingan dalam rangka pemenuhan kebutuha hidup. Misal mata untukmelihat, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar

b. Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient)
Potensi ini merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak sebelah kiri). Fungsi potensi ini antara lain untuk merencanakan sesuatu, menghitung dan menganalisis

c. Potensi Sosial Emosional (Emotional Quotient)
Potensi ini merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama pada otak sebelah kanan). Fungsi potensi ini antara lain untuk mengendalikan amarah, bertanggung jawab, motivasi dan kesadaran diri

d. Potensi Mental Spiritual(Spiritual Quotient
Potensi ini merupakan potensi kecerdasan yang betumpu pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan jiwa sadar atau kearifan di luar ego (bukan hanya mengetahui norma tetapi menemukan norma). Secara umum Potensi Mental Spiritual ini merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan keimanan dan aklak mulai

e. Potensi Daya Juang (Adversitu Quotient)
Potensi ini merupakan potensi kecedasan manusia yang bertumpu pada bagian dalam diri mansia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang tinggi. Melalui potensi ini seseorang mampu mengubah rintangan dan tantangan menjadi peluang

8. Macam-macam kecerdasan menurut Howard Gardner yang dikenal melalui Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) , dikatakan ruang lingkup kemampuan manusia meliputi delapan kecerdasan antara lain :
a. Kecerdasan Linguistik
Adalah kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan ( pendongeng, orator, politisi) maupun tertulis (seperti sastrawan, editor, wartawan)

b. Kecerdasan Matematis-Logis
Adalah kemampuan menggunakan angka-angka dengan baik (seperti ahli matematika, akuntan pajak dan hali statistik) dan melalukan penalaran yang benar (seperti ilmuwan, pemrogram komputer dan ahli logika)

c. Kecerdasan Spasial
Adalah kemampuan memersepsi dunia, spasial-visual (misalnya sebagai pemburu, pramuka, pemandu) dan menstrasformasi persepsi dunia spasial-visual tersebut (misalnya dekorator, interior, arsitek, seniman dan penemu)

d. Kecerdasan Kinestetis-Jasmani
Adalah keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan (misalnya sebagai aktor, pemain pantomin, atlet dan penari) dan ketrampilan menggunakan tangan untuk menciptakan seuatu (misalnya perajin, pematung, ahli mekanik dan dokter bedah)

e. Kecerdasan Musikal
Adalah kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal dengan cara menersepsi (misal penikmat musik), membedakan ( kritikus musik), mengubah (misalnya komposer) dan mengekspresikan (misal penyanyi)

f. Kecerdasan Interpersonal
Adalah kemampuan memersepsi dan mebedakan suasana hati, maksud, motivasi dan perasaan orang lain

g. Kecerdasan Intrapersonal
Adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.

h. Kecerdasan Naturalis
Adalah keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies (flora dan fauna) di lingkungan sekitar.

9. Menurut Thomas Armstrong berkembang atau tidaknya segala kemampuan atau kecerdasan yang ada pada diri seseorang dipengaruhi oleh 3 faktor antara lain :
a. Faktor Biologi
Faktor biologis antara lain faktor keturunan (genetis) dan luka (cedera otak) sebelum, selama dan sesudah kelahiran

b. Faktor Sejarah Hidup Pribadi
Faktor ini antara lain pengalaman-pengalaman dengan orang tua, guru, teman sebaya, kawan-kawan, orang lain, baik yang memangkitkan maupun yang menghambat perkembangan kecerdasan

c. Faktor Latar Belakang Kultural dan Historis
Faktor ini antara lain waktu dan tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan serta sifat kondisi perkembangan historis dan kultural ditempat lain

10. Cara-cara mengembangkan segala potensi dir agar berkembang dan dapat berprestasi tinggi antara lai dengan :
a. Kenali Betul Potensi yang ada Pada Dirimu
b. Merumuskan dan Menentukan Cita-Cita Hidup
c. Belajarlah dengan Rajin, Ulet, Tekun dan Tanpa Kenal Lelah
d. Jangan Kecil Hati dan Rendah Diri

11. Prestasi Diri bagi keunggulan bangsa dan Negara
Nasib suatu bangsa ditentukan oleh warga negaranya. Suatu bangsa akan memiliki keunggulan jika warga negaranya memiliki prestasi di berbagai bidang. Oleh sebab itu prestasi yang dibuat warga negaranya di berbagai bidang sangat menentukan keunggulan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu jika bangsa Indonesia ingin menjadi bangsa yang unggul dan berprestasi di dunia, maka seluruh warga negara Indonesia harus bersatu padu untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya di bebagai bidang kehidupan, sehingga menjadi bangsa yang harus, unggul dan disegani di dunia

Tugas Siswa :

Buatlah beberapa kelompok dalam kelas masing-masing terdiri atas tiga orang, kemudian lakukan kegiatan berikut :

Buatlah daftar mengenai kelebihan dan kekurangan diri masing-masing seperti contoh berikut ini :

Kelebihan diri menurut saya sendiri
Kekurangan diri menurut saya sendiri

…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
……………………………………………………………
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….

Kelebihan diri menurut saya teman saya
Kekurangan diri menurut teman saya

…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….
…………………………………………………………….

Baca artikel harian Kompas Sabtu, 16 Januari 2008 di bawah ini dan temukan 10 kriteria bangsa yang bermartabat tersebut dan bagaimana dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini apakah sudah memenuhi kriteria tersebut. Jika sudah atau belum berikan penjelasan, berapa kriteria yang sudah dipenuhi bangsa Indiesia.

12. Presiden Suliso Bambang Yudhoyono mengatakan ada 10 kriteria bangsa bermartabat (Kompas Sabtu, 16 Januari 2008) antara lain ……
a. rendahnya jumlah penduduk miskin
b. kehidupan yang aman dan tertib
c. adanya demokrasi dalam kebebasan
d. ekonomi yang sustainable dan tidak terjerat utang tinggi
e. pemerintahan yang baik dan terbebas dari korupsi
f. pemeliharaan lingkungan yang baik
g. pendidikan yang maju
h. kesehatan masyarakat yang layak
i. maju di bidang olah raga
j. berperan aktif di percaturan internasional

13. Adapun untuk menjadi bangsa yang lebih mandiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan 6 kriteria
a. tidak memiliki ketergantungan utang yang absolut
b. dapat menyediakan pangan, sandang,
c. dapat menyediakan papan,
d. dapat menyediakan kesehatan
e. dapat menyediakan pendidikan sendiri
f. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi

14. Motivasi berprestasi tidak dibawah sejak lahir, tetapi suatu proses yang dipelajari, dilatih, ditingkatkan dan dikembangkan dengan cara :
a. Tetapkan tujuan, yakin dan bersugestilah bahwa kita dapat berubah
b. Susunlah target yang masuk akal
c. Gunakan bahasa prestasi. Gunakan kata-kata optimistik, contoh “ masih ada peluang”
d. Belajar sendiri menganalisa diri
e. Perkaya motivasi. Kekayaan motivasi membuat kita tidak kehabisan pemasok daya penggerak. Fokuskan pada motivasi instrinsik namun sentuhan perasaan dan pikiran rasional serta motivasi dari orang-orang terdekat juga dimanfaatkan
Tugas individu

Buatlah karangan/tulisan sederhana mengenai : pengalaman manis dalam membangkitkan motivasi berprestasi

15. Potensi-potensi positif, khususnya yang ada pada generasi muda :
a. Idealisme
Pada umumnya kaum muda memiliki sifat idealisme yang tinggi, artinya selalu mencari sesuatu yang ideal sesuai dengan cita-citanya. Mereka memiliki banyak gagasan yang baik untuk diwujudkan.

b. Dinamis dan kreatif
Generasi muda memiliki potensi yang bersifat dinamis, artinya mempunyai potensi yang senantiasa bergerak aktif mengikuti perubahan-perubahan, pembaruan, dan penyempurnaan menuju ke arah kemajuan dan bukan ke arah kemunduran.

c. Keberanian mengambil resiko
Perubahan-perubahan yang dilakukan dalam melaksanakan pembangunan mengandung risiko meleset atau tidak tepat sasaran, terhambat atau bahkan gagal total. Namun, berani mengambil risiko merupakan hal yang perlu kita lakukan jika ingin memperoleh pengalaman dan kemajuan. Kesiapan pengetahuan, perhitungan yang matang, dan keterampilan yang memadai akan memberikan kualitas yang baik untuk berani mengambil keputusan.

d. Fisik yang kuat dan sehat
Melakukan pekerjaan apa pun dibutuhkan fisik yang kuat dan sehat. Hal ini merupakan syarat mutlak karena tanpa fisik yang kuat dan sehat tidak mungkin pekerjaan yang dilakukan akan berhasil dengan baik. Pada umumnya generasi muda memiliki syarat itu sehingga pantas diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.

e. Kompetitif
Untuk mendapatkan hasil yang benar-benar berkualitas, maka kemampuan untuk berkompetisi di kalangan generasi muda termasuk para siswa harus diciptakan. Mereka harus dibiasakan untuk bersaing dalam hal-hal yang positif agar menjadi generasi muda yang tangguh. Misalnya mengadakan lomba karya ilmiah bagi pelajar, lomba menulis cerpen, dan lomba komputer. Adapun potensi-potensi negatif yang kadang muncul pada remaja atau generasi muda di antaranya :

16. Adapun potensi-potensi negatif yang kadang muncul pada remaja atau generasi muda :
a. Kurang hati-hati
Remaja atau generasi muda selalu ingin berpikir serba cepat, bekerja cepat, atau melakukan sesuatu dengan gerak yang cepat. Namun terkadang kecepatan yang dilakukan melebihi batas sehingga mestinya ada sesuatu yang diperhitungkan, tetapi ditinggalkan begitu saja atau tidak diperhatikan. Apabila hal seperti ini dilakukan terus menerus dapat mengganggu proses pencapaian hasil.

b. Emosional
Kata “emosiona”l dapat diartikan sebagai suatu keadaan perasaan aau kondisi kejiwaan yang labil sehingga dapat mengganggu hubungan sekitarnya. Dalam keadaan emosi seorang remaja akan sulit mengendalikan diri karena perilakunya tentu tidak seperti dalam kondisi normal, dan dapat timbul pada situasi tertentu

c. Mudah di adu domba
Kelebihan remaja diantaranya memiliki fisik yang kuat dan sehat, idealisme yang tinggi, berpikir yang kritis dan semangat yang kuat. Kondisi seperti ini jika tidak dijaga, dapat dimanfaatkan sebagai alat oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencapai tujuannya

17. Hal-hal yang dapat menghambat kita dalam meraih berprestasi antara lain :
a. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi sering kali dijadikan alasan seseorang tidak dapat berprestasi atau melakukan hal-hal yang terbaik bagi dirinya maupun orang lain, apalagi bagi bangsa Indonesia. Kalau kita tekun dan bekerja keras mencari cara agar kita dapat berprestasi tanpa mengeluarkan dana apapun, maka kemungkinan besar kita akan mendapatkan jalan untuk berprestasi

b. Faktor intelektualitas (daya pikir)
Untuk meraih prestasi yang membanggakan, kita tidak harus menjadi jenius, kutu buku atau sang juara kelas. Seorang anak bisa saja berprestasi. Sebab dalam diri manusia terdapat banyak kecerdasan, bukan hanya kecerdasan verbal dan matematik saja. Oleh karena itu jangan minder jika kita memiliki nilai biasa saja, kita dapat berprestasi di bidang non akademis
c. Keterbatasan fisik
Kadang kita berfikir bahwa fisik yang tidak sempurna adalah hambatan bagi seseorang untuk meraih prestasi. Tuhan Maha Adil. Apabila kita memiliki keterbatasn fisik pada bagian tertentu, maka kita akan diberikan kelebihan dalam bagian fisik tertentu lainnya.

d. Faktor keluarga
Keluarga merupakan tempat yang pertama kali bagi seseorang untuk belajar, melalui keluarga seseorang dapat terbentuk, sehingga keluarga sangat mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Keluarga dapat menjadi pendorong seseorang untuk berprestasi, namun keluarga juga dapat menjadi penghambat bagi seseorang dalam berprestasi

e. Faktor lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan diri kita. Lingkungan yang positif akan membentuk individu yang positif pula. Begitu juga sebaliknya, lingkungan yang tidak baik (negatif) akan membentuk individu yang tidak baik pula. Oleh karena itu perlu hati-hati dalam memilih lingkungan tempat kita bersosialisasi. Kita harus dapat membentengi diri kita agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negatif yang berasal dari lingkungan sekitar kita

f. Faktor individu
Segala sesuatu jika dilakukan dengan niat yang sungguh-sungguh dan didorong dari diri sendiri pasti akan berhasil. Akan tetapi, apabila diri kita sendiri tidak berminat untuk melakukan sesuatu maka hasilnyapun tidak akan maksimal dan tidak akan dapat berprestasi. Faktor individu sangat penting dalam kesuksesan seseorang. Oleh karena itu diperlukan minat untuk dapat menimbulkan motivasi yang berasal arti dalam diri yang dapat mendorong seseorang untuk berprestasi

Istilah-istilah Penting :
Ego : Diri pribadi
Motivasi : Doronga untuk melakukan sesuatu
Potensi : Daya, kekuatan dan kemampuan
Intelektual : Kecerdasan yang bertumpu pada otak
Kolusi : Kerjasama melawan hukum yang merugikan negara dan masyarakat
Korupsi : Penggelapan uang negara atau perusahaan untuk keuntungan pribadi atau orang lain
Nepotisme : Perbuatan melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya atau kroninya
Malpraktek : Kesalahan praktek

DAFTAR PUSTAKA

1. Dwiyono, Agus Dkk, 2007, Kewarganegaraan Kelas IX, Jakarta :Yudhistira

2. Mochlisin, 2007, Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IX, Jakarta :InterPlus

3. Mustakim, 2006, Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IX, Jakarta :Widya Utama

PARTISIPASI DALAM PEMBELAAN NRGARA

PEMBELAAN NEGARA
STANDAR KOMPETENSI :
1. Menampilkan Partisipasi dalam usaha pembelaan negara

KOMPETENSI DASAR :
1.1 Menjelaskan pentingnya usaha pembelaan Negara
1.2 Mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha pembelaan Negara
1.3 Menampilkan peran serta dalam usaha pembelaan negara

INDIKATOR :
1. Menguraikan unsur-unsur negara
2. Menentukan fungsi negara
3. Menemukan hak – hak dan kewajiban kewajiban warga negara
4. Memberikan contoh tindakan upaya bela Negara
5. Menyebutkan bentuk-bentuk keikut sertaan warga negara dlam upaya pembelaan negara.
6. Berpartisipasi langsung dalam kegiatan bela negara di lingkungannya

NEGARA.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Negara memiliki 2 pengertian, yaitu :
1. Negara adalah organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati rakyatnya.
2. Negara adalah kelompok social yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisir di bawah lembaga politik dan pemerintahan yang efektif, mempunyai satu kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.
Negara menurut beberapa ahli :
1. Notohamidjojo.
Negara adalah organisasi masyarakat yang bertujuan mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.
2. Soenarko.
Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu di mana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sovereign (kekuasaan tertinggi).
3. Wiryono Prodjodikoro.
Negara adalah suatu organisasi di antara sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersma-sama mendiami suatu wilayah tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintah yang mengurus tete tertib dan keselamatan kelompok atau beberapa kelompok.
4. Miriam Budiardjo.
Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada perundangan melalui penguasaan kontrol dari kekuasaan yang sah.
5. Djokosoetono.
Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah satu pemerintahan yang sama.
Unsur-Unsur Negara
A.G. Pringgodigdo mengatakan bahwa negara adalah organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan unsur-unsur tertentu, yaitu :
1. Harus ada pemerintahan yang berdaulat.
2. Harus ada wilayah yang pasti.
3. Harus ada rakyat yang hidup teratur sehingga merupakan sebuah nation (bangsa).

Hal yang sama dikemukakan oleh Miriam Budiardjo yang menyatakan bahwa unsur-unsur negara ada 4 macam, yaitu :
1. Wilayah.
2. Penduduk.
3. Pemerintah, dan
4. Kedaulatan.
Konvensi Montevideo 1933 mengenai hak dan kewajiban negara menyatakan bahwa suatu negara sebagai pribadi internasional harus memiliki persyaratan sebagai berikut :
1. Penduduk yang tetap.
2. Wilayah yang pasti.
3. Pemerintah yang berdaulat.
4. Kemampuan mengadakan hubungan dengan Negara lain.
Menurut Oppenheim-Lauterpacht, negara sebagai organisasi memiliki unsur-unsur yang dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu :
1. Unsur Konstitutif.
Unsur ini adalah unsur pembentuk yang mutlak (harus) ada, mencakup wilayah, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat.
2. Unsur Deklaratif.
Unsur ini bersifat pernyataan dan melengkapi unsur konstitutif, di dalamnya adalah pengakuan dari negara lain.
Rakyat adalah kelompok manusia yang dipersatukan oleh suatu persamaan dan mendiami satu wilayah yang sama. Wilayah adalah tempat tinggal bagi kelompok manusia tersebut yang meliputi wilayah daratan, wilayah lautan, dan wilayah udara. Pemerintah yang berdaulat adalah alat kelengkapan negara yang mengatur dan mengendalikan, menegakkan hukum, membimbing warga untuk menuju sebuah tujuan. Pemerintah ini hendaknya berdaulat atau memiliki kekuasaan atas warga negara.
Negara berkewajiban menjalankan fungsi-fungsi negera sebagai berikut :
1. Melaksanakan penertiban.
Yaitu untuk mencegah dan mengatasi terjadinya konflik dalam masyarakat, maka negera harus mengusahakan langkah-langkah penertiban. Dalam hal ini negara sebagai stabilitator.
2. Mengusahakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Fungsi ini paling hakiki karena kesejahteraan rakyat adalah mutlah merupakan tugas negara.
3. Mengusahakan pertahanan.
Fungsi negara untuk menjaga kemungkinan ancaman dan serangan dari luar dengan mengadakan alat-alat pertahanan.

4. Menegakkan keadilan.
Upaya menegakkan keadilan dilaksanaan melalui badan-badan penegak hukum dan badan badan peradilan.
B. WARGA NEGARA.
Azas-Azas Kewarganegaraan
Sudah menjadi pendapat umum, bahwa untuk berdirinya suatu Negara yang merdeka harus dipenuhi beberapa syarat, yaitu :
1. harus ada wilayah tertentu.
2. ada rakyat yang tetap, dan
3. pemerintahan yang berdaulat.
Ketiga syarat tersebut di atas merupakan satu kesatuan yanmg tidak dapat dipisahkan. Tanpa adanya wilayah tertentu adalah tidak mungkin untuk mendirikan suatu Negara dan begitu pula adalah mustahil untuk menyebutkan adanya suatu Negara tanpa rakyat yang tetap. Walaupun kedua syarat tersebut, yaitu wilayah dan rakyat telah terpenuhi, namun apabila pemerintahannya bukan pemerintahan yang berdaulat yang bersifat nasional, belumlah dapat dinamakan Negara itu sebagai Negara yang merdeka. Hindia Belanda dulu memenuhi dua syarat, yaitu wilayah dan rakyat, tetapi karena pemerintahan Hindua Belanda tunduk kepada pemerintah di negeri Belanda, maka Hindia Belanda bukanlah Negara yang merdeka.
Rakyat yang menetap di suatu wilayah tertentu dalam hubungannya dengan Negara disebut warga Negara. Warga Negara itu mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap Negara, dan sekaligus juga mempunyai hak-hak yang wajib diberikan dan dilindungi oleh Negara.
Karena hubungannya dengan dunia internasional, maka dalam setiap wilayah Negara selalu ada warga Negara dan orang asing, yang kesemuanya disebut penduduk. Jadi setiap warga Negara adalah penduduk, penduduk belum tentu sebagai warga Negara karena mungkin dia adalah orang asing. Dengan demikian, maka penduduk suatu Negara dibagi atas 2, yaitu warga Negara dan orang asing. Keduanya berbeda dalam hubungannya dengan Negara. Setiap warga Negara mempunyai hubungan yang tidak terputus, walaupun warga Negara tersebut berdomisili di luar negeri, selama dia tidak memutuskan kewarganegaraannya. Sebaliknya orang asing hanya mempunyai hubungan selama dia bertempat tinggal di Negara tersebut.. Karena itu menjadi kewajiban dari Negara untuk melindungi kepentingan setiap penduduk di negaranya.
Undang-undang Dasar 1945 sendiri adakalanya memberikan perlindungan kepada penduduk Negara Republik Indonesia tanpa melihat apakah dia warga Negara ataui orang asing. Sebagai contoh dalam pasal 29 ayat (2) disebutkan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”. Ini berarti bahwa Negara akan memberikan perlindungan dalam masalah agama terhadap setiap orang yang ada di wilayah Negara Republik Indonesia, dengan tidak melihat apakah dia warga Negara atau orang asing.
Hal ini menunjukkan keluhuran dari bangsa Indonesia yang memandang bahwa beragama dan beribadah adalah hak manusia yang universal, artinya hak itu harus tertunaikan dimanapun manusia itu berada.
Di bagian lain UUD 1945 hanya menyebutkan hak khusus untuk warga Negara, contohnya pasal 27 ayat (2) yang menyebutkan “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Ini berarti bahwa setiap warga negaralah yang berhak atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, tidak untuk orang asing. Biarlah penghidupan yang layak bagi orang asing dipikirkan oleh negaranya masing-masing.Demikianlah agar kita memahami bagaimana perbedaan antara warga Negara dengan orang asing kaitanya dengan Negara.
Sebagai Negara yang berdaulat, maka Negara tersebut memiliki hak untuk menentukan sendiri syarat-syarat untuk menjadi warga Negara yang biasanya ketentuan m,engenai syarat-syaratnya dituangkan dalam sebuah peraturan perundang-undangan. Namun demikian dalam ilmu pengetahuan terdapat 2 azas yang utama, yaitu :
1. Azas Ius Soli.
2. Azas Ius Sanguinis.
Yang dimaksud dengan ius soli (azas daerah kelahiran) adalah, bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan oleh tempat kelahirannya. Seseorang adalah warga Negara dari Negara B, karena dia dilahirkan di Negara B tersebut. Dan azas ius sanguinis (azas keturunan) menentukan, bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan oleh keturunan dari orang yang bersangkutan. Sesorang adalah warga Negara dari Negara A, karena orang tuanya adalah warga Negara dari Negara A.
Pada jaman sekarang, mobilitas manusia bisa terjadi melampaui batas-batas wilayah Negara, maka azas ius soli pada umumnya telah banyak ditinggalkan. Sebab azas tersebut dapat mengakibatkan terputusnya hubungan kewarganegaraan manakala seseorang dilahirkan di Negara lain sementara orang tuanya berkewarganegaraan Negara tertentu. Contohnya suami istri berkewarganegaraan Negara B, melahirkan seorang anak di Negara A yang menganut ius soli, maka anak yang dilahirkan terputus hubungan kewarganegaraan dengan Negara B.
Penerapan azas-azas kewarganegaraan di atas, dapat menimbulkan 2 kemungkinan, yaitu :
1. Apatride (tanpa kewarganegaraan).
2. Bipatride (dwi kewarganegaraan).
Apatride dan bipatride menimbulkan ketidakjelasan tentang perlindungan hukum atas hak-hak kewarganegaraan bagi yang mengalaminya. Kedua-duanya pernah dialami oleh Negara Indonesia. Sebelum ditandatanganinya perjanjian antara Indonesia dengan Cina, maka sebagian dari orang-orang Cina yang berdomisili di Indonesia menurut peraturan kewarganegaraan yang diterapkan di Cina yang berazaskan ius sanguinis, sebaliknya menurut Undang-undang kewarganegaraan Negara Indonesia pada waktu itu, orang Cina tersebut sudah dianggap menjadi warga Negara Indonesia, sehingga terjadilah bipatride
terhadap orang-orang Cina tersebut. Sebaliknya ada pula sebagian orang Cina yang dianggap pro Koumintang (sebuah partai poilik di Taiwan), oleh Cina tidak diakui sebagai warga negaranya, sedangkan Taiwan yang dianggap sebagai Negara asalnya tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia, maka mereka juga tidak diakui sebagai warga negara Taiwan. Baik apatride maupun bipatride harus dihindarkan dan caranya adalah dengan menutup kemungkinan terjadi kedua hal tersebut dalam undang-undang tentang kewarganegaraan.
Terlepas dari hal-hal di atas, maka setiap Negara di dalam perundang-undangannya memberikan kemungkinan bagi orang asing untuk dapat menjadi warga Negara dari Negara tersebut. Cara untuk melakukannya disebut dengan “Naturalisasi”. Naturalisasi dalam praktek dapat dibagi 2, yaitu :
1. Naturalisasi karena permohonan.
2. Naturalisasi karena alasan kepentingan Negara atau telah berjasa untuk Negara.
Menurut penjelasan UU No. 12 tahun 2006, yang dimaksud dengan orang asing yang telah berjasa kepada Negara Republik Indonesia adalah orang asing yang karena prestasinya yang luar biasa di bidang kemanusiaan, IPTEK, kebudayaan, lingkungan hidup, serta keolahragaan telah memberikan kemajuan dan keharuman nama bangsa Indonesia. Sedangkan yang dimaksud dengan orang asing yang diberi kewarganegaraan karena alasan kepentingan Negara adalah orang asing yang dinilai oleh Negara telah dan dapat memberikan sumbangan yang luar biasa untuk kepentingan kemantapan kedaulatan Negara dan untuk meningkatkan kemajuan, khususnya di bidang perekonomian Indonesia.
Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia mengenal 2 macam naturalisasi tersebut.. Untuk naturalisasi karena permohonan diatur dalam BAB III pasal 8 s.d. 19. Sedangkan naturalisasi karena alasan kepentingan Negara atau karena telah berjasa untuk Negara diatur dalam pasal 20 dengan pengecualian jika pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda karena Undang-undang Nomor 12 tahun 2006 pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride) atau tanpa kewarganegaraan (apatride).
Namun demikian kewrganegaraan ganda dapat diberikan kepada anak yang dalam undang-undang ini disebut sebagai pengecualian yang disebut dengan azas kewarganegaraan ganda terbatas dengan tujuan perlindungan, yang kemudian diatur dalam pasal 25 ayat (4) ditentukan setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraan yang dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundang-undangan, dalam waktu paling lambat 3 tahun setelah anak tersebut berusia 18 tahun atau sudah kawin.
C. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA UNTUK MEMBELA NEGARA.
Warga negara memiliki hubungan khusus dengan negara. Hubungan tersebut terwujud dalam bentuk hak dan kewajiban yang sifatnya timbal balik. Artinya warga negara memiliki hak dan kewajiban terhadap negara, dan sebaliknya negara memiliki hak dan kewajiban terhadap warga negaranya. Kekhususan hubungan antara warga negara dengan negara terletak pada hubungan timbal balik tersebut.
Perlu anda ketahui, bahwa orang-orang yang tinggal dalam sebuah negara belum tentu ia adalah warga negara di negara dimana dia tinggal tersebut. Sehingga orang0orang yang tinggal dalam suatu negara terbagi atas 2 kelompok besar, yaitu penduduk dan bukan penduduk (orang asing). Orang asing tidak memiliki hubungan khusus sebagaimana penduduk, terutama dalam pelaksanaan hak-haknya.
Di Indonesia, hubungan antara negara dengan warga negara diatur dalam UUD 1945. Khusus berkaitan dengan bela negara, sebagaimana diatur dalam psal 27 ayat (3) UUD 1945, maka pembelaan negara merupakan hak sekaligus kewajiban warga negara. Secara jelas ketentuannya adalah sebagai berikut :

”Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”

Jadi pembelaan negara bukan sekedar hak, tetapi juga sekaligus kewajiban setiap warga negara. Selain pembelaan negara, setiap warga negara juga diberi hak dan kewajiban dalam usaha pertahanan dan keamanan negara sebagaimana diatur dalam pasal 30 ayat (1) UUD 1945, yang berbunyi :
”Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”

D. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TENTANG KEWAJIBAN BELA NEGARA.
Selain pasal 37 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1) UUD 1945, peraturan perundang-undangan lain yang mengatur tentang hak dan kewajiban bela negara adalah Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang disahkan pada tanggal 8 Januari 2002. Undang-undang inimenggantikan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia.
Secara khusus menganai peran serta warga negara dalam bela negara disebutkan dalam pasa 9 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002, yaitu :
1. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara.
2. Keikutserta warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui :

a. pendidikan kewarganegaraan;
b. pelatihan dasar kemiliteran secara wajib;
c. pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara suka rela atau secara wajib;
d. pengabdian sesuai dengan profesi.
3. Ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi diatur dengan undang-undang.

TUGAS
1. Diskusikan dengan teman-temanmu dalam satu kelompok tentang rumusan pengertian negara. Buatlah dalam susunan kalimat yang mudah dipahami.
2. Menurut kelompok anda, apakah negara Indonesia dalam kondisi sekarang sudah memenuhi semua unsur berdirinya negara? Jelaskan pendapat kelompokmu tersebut.
3. Sudahkan kalian semua menjadi warga negara Indonesia? Buktikan bahwa kamu semua adalah warga negara Indonesia.